Mr.Kan: Mengapa Sering Terjadi Kegaduhan dan Konflik di Indonesia

0
1610

Inapos, Jakarta.- Fakta peristiwa kerusuhan di wilayah Tanah Abang dan beberapa wilayah di DKI Jakarta yang terjadi sejak tengah malam hingga pagi subuh tanggal 22 Mei 2019, telah menelan korban jiwa yang meninggal dunia dan ratusan orang lainnya yang juga mengalami luka-luka.

Demikian disampaikan Mr. Kan seorang pengamat politik dan hukum. Sebelum terjadinya kerusuhan, kita ketahui adanya demontrasi di depan gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pusat yang disebut ‘Aksi Kedaulatan Rakyat’, yang berlangsung sejak pagi hari 21 Mei 2019 sampai dengan tengah malam dan 22 Mei 2019 ‘Aksi Kedaulatan Rakyat’ masih terus berlangsung. Belum ada orang yang mampu pastikan kapan waktu selesainya ‘Aksi Kedaulatan Rakyat’ tersebut.

“Berdasarkan beberapa kali peristiwa kerusuhan atau konflik serta kegaduhan-kegaduhan yang datang silih berganti, yang sudah terjadi dan yang sedang terjadi di dalam negeri Ibu Pertiwi yang kita cintai bersama, telah menunjukkan sistem pelaksanaan urusan tata negara kita yang sedang berjalan dan yang sudah berlalu mempunyai dampak (impact), yang akan mengarah suatu hal kehidupan yang terpecah belah dan potensi terjadinya kehancuran di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, semua ini terjadi pasti ada yang salah,” kata Mr. Kan dalam keterangannya, Sabtu (25/05/19).

Ia menambahkan, apabila kita mampu menguraikan benang merah yang kusut ini secara komprehensif dan menyadari semua persoalan kegaduhan-kegaduhan dan konflik-konflik yang pernah terjadi dan yang sedang terjadi, maka bersama kita harus lakukan suatu perbaikan secara holistik untuk memperoleh atau mencapai kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih nyaman, lebih damai, lebih tertib, lebih rukun atau lebih harmonis, lebih sejahtera lahir batin dan sebagainya.

Dikarenakan, sambungnya, “setiap peristiwa kegaduhan dan konflik yang terjadi pasti ada sumber dari penyebab-penyebabnya. Oleh sebab itu, kita sebagai calon intelektual muda dan pemuda bangsa Indonesia serta seluruh unsur masyarakat yang peduli dengan bangsa Indonesia dan yang berwarga Negara Indonesia (WNI) sudah sepatutnya untuk harus mencari akar-akar dari penyebab setiap terjadinya peristiwa kegaduhan-kegaduhan dan konflik yang terjadi,” tukasnya.

Dalam setiap peristiwa kegaduhan-kegaduhan dan konflik-konflik, tentu sepatutnya kita bukan hanya semata-mata cukup menyelesaikan kegaduhan dan konflik yang sedang berlangsung.

Namun kita juga harus bersama mencari penyebab utama terjadinya kegaduhan-kegaduhan dan konflik-konflik, sehingga di dalam pelaksanaan urusan tata negara kita bisa mencegah agar tidak terulangnya peristiwa kegaduhan-kegaduhan dan konflik-konflik yang tampaknya datang silih berganti dan tidak berkesudahan di dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebagai rakyat Indonesia yang taat hukum, Mr. Kan menguraikan, saya hanya mampu sebatas memberikan suatu pandangan yang rasional dan obyektif serta sebagai pembanding antara negara maju dan negara yang sedang mengalami kemerosotan.

“Sekiranya apabila orang-orang yang hidup sejahtera lahir dan batin di dalam suatu negara, seperti negara Singapore yang kita ketahui, orang-orang yang miskin pun hidupnya sejahtera, apakah mereka mau?. Apabila diajak berkumpul dan melakukan peristiwa yang berpotensi terjadi kegaduhan-kegaduhan dan konflik-konflik, tentu saja pasti sangat jarang ada orang yang mau,” pungkasnya.

Kita juga ketahui, semua rakyat yang ada di negara Singapore mendapatkan perlakuan yang sama di hadapan hukum tanpa pandang suku, agama, ras, antar golongan, kaya, miskin, pejabat dan bukan pejabat. Di negara Singapore semua rakyat Singapore sama di hadapan hukum (Equality Before The Law) serta di Negara Singapore supremasi hukum selalu pasti ditegakkan dengan penuh rasa keadilan.

Contoh pelaku korupsi, apabila terbukti korupsi 1 dollar Singapore saja dihukum (5) lima tahun penjara dan denda maksimal 100.000 dollar Singapore. Di negara Singapore, oleh para aparatur penegak hukum yang berwenang dan terkait tidak akan ada pemberian toleransi sedikit pun untuk para koruptor.

Saya kira soal urusan tata negara kita dapat berkaca dengan negara Singapore, selain negara tetangga yang dekat, Negara Singapore juga mempunyai sejumlah besar perestasi yang disegani oleh belahan dunia, terutama dalam hal tingkat kesejahteraan manusia, di mana kita perlu ketahui negara Singapore merupakan negara maju yang memiliki kualitas hidup terbaik di Asia.

“Lalu bagaimana cara mengatasi dan mencegah terulangnya kegaduhan-kegaduhan, serta konflik-konflik yang terjadi di Indonesia yang tampaknya datang silih berganti dan tidak berkesudahan,” imbuhnya.

Tidak ada cara lain, selain cara-cara demikian sebagai berikut di bawah ini, yaitu ; para aparatur penegak hukum harus dan wajib selalu menegakkan supremasi hukum yang pasti dan penuh dengan rasa keadilan serta sesuai dengan kemanfaatan hukum yang sebagaimana mestinya, dan di dalam pelaksanaan penegakkan hukum harus selalu berprinsip adanya persamaan di hadapan hukum (Equality Before The Law), menciptakan kehidupan rakyat Indonesia yang maksimal sejahtera lahir batin serta maksimal merata, meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih baik serta kualitas pendidikan yang lebih baik secara merata dan maksimal serta menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang penuh dengan perdamaian, rukun, harmonis, tertib, nyaman, aman serta membangun perekonomian bangsa Indonesia yang maksimal merata dan membangun atau menciptakan perekonomian negara yang kuat dan kuat. (Elwan)