Mr. Kan : Jangan Coba-coba Mencurangi Suara Rakyat

0
236

Inapos, Jakarta.- Pesta demokrasi telah terlaksana pada 17 April kemarin. Apresiasi pun datang dari banyak pihak, yang menyebut bahwa Pemilu 2019 kali ini cukup berhasil, meskipun merupakan Pemilu yang rumit karena dilaksanakan serentak.

Banyak juga kejutan-kejutan yang hadir dalam pemilu kali ini. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah hasil quick count atau hitung cepat yang dikeluarkan oleh beberapa lembaga survei.

Mr. Kan selaku pengamat hukum dan politik dalam menyikapi Pemilu 2019 ia mengatakan, dimana kita ketahui proses pemilihan umum telah berjalan lancar dan damai dan sudah selesai, saya sebagai rakyat Indonesia ingin mengucapkan terimakasih kepada TNI dan Polri dan seluruh unsur masyarakat yang ada di Indonesia kita sudah selesai melaksanakan kewajiban Pemilu dengan aman dan damai.

Namun, Mr. Kan menilai bahwa, “masyarakat pasti banyak yang bingung karena di dalam Pemilu itu hanya ada dua pasangan calon Presiden tetapi seperti satu pertandingan tapi keduanya mengklaim kemenangan, seakan-akan saat ini kita belum melihat adanya keputusan dari wasit (KPU-red),” ucap Kan dalam pesannya, Sabtu (20/04/19).

Ia juga menerangkan, hasil quick count itu bukanlah merupakan hasil yang resmi, sehingga saya menyarankan masyarakat untuk tidak menyikapi hasil quick count itu sebagai hasil yang resmi. Berdasarkan ilmu yang disebut statiska, mereka mengambil sampel sekitar dari 2000 hingga 4000 TPS. Sedangkan jumlah TPS yang ada di Indonesia itu adalah 810193, kira-kira bagaimana hasil yang dari 2000 hingga 4000 TPS punya suara bisa sanggup mewakili hasil yang pasti dari 810193 TPS.

“Kita berpikir secara rasional dan objektif, tahun 2014 hasil quick count itu sudah mengundang kontroversi dan sekarang jelas mengundang kontroversi. Saya hanya berharap kita sebagai sesama saudara-saudara sebangsa dan setanah air kita tetap bersatu jangan sampai terpecah belah, jangan sampai melakukan hal-hal yang melanggar undang-undang melanggar konstitusi. Kita harus sabar nanti yang menentukan adalah formulir C1 yang akan diumumkan oleh KPU, dan saat ini pihak 02 juga mengklaim kemenangan dari dasar hitungan formulir C1 yang dikirim via elektronik, sedangkan kalau dari pihak 01 mengklaim kemenangan dari hasil quick count,” kata Mr. Kan.

Menurutnya, hasil kemenangan kedua pasangan ini telah mengundang kontroversi dan membingungkan masyarakat, saya sebagai rakyat Indonesia menyarankan masyarakat untuk tetap sabar dan saya memperingatkan sebagai makhluk sosial, agar semua pihak jangan ada orang-orang atau pihak yang berwenang coba-coba mencurangi suara rakyat. “Karena suara rakyat adalah suara Tuhan dan barangsiapa yang mencurangi suara rakyat berarti dia mencurangi Tuhan,” tegasnya.

Ia berharap agar masyarakat menunggu hasil KPU apabila hasil yang ada di KPU, ada pihak yang tidak memuaskan suaranya maka menempuh jalur hukum yaitu melalui Mahkamah Konstitusi (MK). Selain itu aparatur penegak hukum di dalam negeri ini harus selalu menegakkan hukum yang adil, jangan sampai tidak adil. Dalam bahasa latin ada yang disebut ‘hodie mihi cras tibi’, ketidakadilan yang menyentuh perasaan itu akan tersimpan selalu di dalam hati nurani rakyat. (Elwan)


Komentar Anda?