Motivasi Prajurit Di Pulau Terluar, Pangkoarmada I Kunjungi Posal Tolop

0
299

JAKARTA, INAPOS – Dengan menggunakan KAL Mapor, Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E., M.M., bersama Waasop Kasal, Danguskamla Koarmada I, dan Danlantamal IV mengunjungi salah satu Posal Pulau Terluar di Kepri yaitu Posal Tolop yang bertugas menjaga perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Minggu (9/12).

Pangkoarmada I menyampaikan bahwa kunjungan kerja ke Pulau Tolop tersebut bertujuan untuk meninjau secara langsung kondisi dan melihat situasi fasilitas penunjang yang ada di Posal Tolop yang merupakan salah satu Posal Pulau Terluar yang berada dibawah Jajaran Lanal Batam. Selain itu, kunjungan ini untuk memberingan motivasi dan dukungan moril kepada para prajurit agar melaksanakan tugas dengan penuh semangat dalam menjaga perbatasan NKRI dari berbagai ancaman dan tindakan ilegal.

Pangkoarmada I setiba disana menerima laporan dari Danposal Tolop Letda Laut (P) Mukidi dari mulai fasilitas, peralatan pendukung, dan luas lahan serta kerawanan-kerawanan di sekitar area kerjanya. Danposal Tolop menjelaskan bahwa jarak Pulau Tolop dari Batam sekitar 22 km dan jarak Pulau Tolop negeri Jiran Malaysia hanya 22,2 km. Pulau dengan luas 8,6 hektare ini terletak bersebelahan dengan Pulau Belakangpadang yang ada dibelakangnya. Komplek bangunannya tidaklah besar dan diisi oleh enam gedung ukuran kecil. Gedung-gedung itu terdiri dari tiga gedung mes tentara, satu gudang, satu gedung sebagai menara komando utama yang memiliki tinggi hingga 10 meter. Dan satu gedung lagi merupakan gedung serbaguna yang bisa digunakan oleh tentara untuk melakukan sholat berjamaah. Total luasnya mungkin mencapai 120 meter.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa ditengah-tengah komplek terdapat empat pemancar parabola bernama V-Satelit, fungsinya adalah untuk memetakan kondisi sekitar pulau lewat satelit. Petanya dapat dilihat di menara komando utama. Sumber listrik memakai panel tenaga surya dan air ditampung dari air hujan. Ada empat panel tenaga surya yang membentang keatas menyaring sinar matahari yang kemudian diubah menjadi energi listrik oleh efek fotoelektrik.

Secara posisional, pulau ini sangatlah strategis karena berada digaris terdepan yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka dan Singapura. Jalur melewati perairan Pulau Tolop memang menjadi salah satu favorit bagi para penyelundup untuk beraksi. Umumnya penyelundup beraksi pada malam hari dan umumnya penyelundup berasal dari Malaysia.

Bahwa Pulau Tolop merupakan benteng terluar dari Indonesia. Apapun konsekuensinya, TNI AL siap mengemban tugas menjaga kedaulatan negara di titik terdepan, ”Hidup mati hanya untuk NKRI”, ujar Letda Mukidi.

Dalam kunjungan kerjanya, Panglima Koarmada I beserta rombongan memberikan pengarahan kepada Prajurit Posal, mengecek fasilitas Posal, memberikan tali asih sebagai bentuk perhatian pimpinan dan penanaman pohon di areal Posal Tolop.(pen)