Misteri Raibnya Mobil Kijang Siaga Sehat Desa Sarajaya Cirebon, Bukan Dicuri Maling Biasa?

0
1035

KABUPATEN CIREBON.- Desas desus raibnya sebuah unit mobil Jenis SUV Kijang berwarna biru kecoklatan milik Pemerintah Desa Sarajaya terjawab jelas saat inpos mengklarifikasi pada pemerintah Desa setempat.

Paska diberhentikannya Kuwu Sarajaya Abdul Latif dari jabatan Kuwu oleh Plt Bupati Cirebon setelah pihak Polres Cirebon menetapkan status tersangka dugaan korupsi Dana Desa tahun 2017.

Menurut Safrudin, yang menjabat Kasi Ekbang Desa setempat, menuturkan sudah 2 tahun ini (dari tahun 2017), pihak Pemerintah Desa Sarajaya kehilangan jejak akan keberadaan mobil Kijang yang dibeli untuk unit mobil siaga sehat.

“Mobil Kijang itu kami beli 55 Juta, kini hilang jejak hanya ada foto sebagai kenang-kenangan, “ Kata Safrudin saat ditemui di Kantor Desa setempat, Jumat (26/7/19)

Ia mengaku, pihak Pemerintah Desa pernah menyampaikan hilangnya unit mobil pada Lembaga Desa yaitu BPD, bahkan pihak inspektorat Kabupaten Cirebon pun telah mengetahui kasus raibnya unit mobil Kijang sebagai mobil siaga sehat milik Pemerintah Desa Sarajaya.

“Kami telah menyampaikan pada Lembaga BPD, jika mobil siaga sehat hilang tanpa jejak, Inspektorat pun sudah mengetahui misteri raibnya mobil milik pemdes Sarajaya, “ Ungkap Safrudin

Masih menurutnya, Pemerintah Desa Sarajaya membeli mobil Kijang itu pada saat harganya sedang mahal, seharga Lima puluh lima juta rupiah (55 Juta), kebetulan saat itu harga pembelian mobil itu lagi tinggi.

“Mobil itu dibeli Pemdes Sarajaya seharga 55 Juta rupiah, memang saat itu harga lagi tinggi-tingginya, “ imbuh Safrudin

Ia berharap Mobil Kijang Siaga Sehat dapat kembali pulang ke kandangnya (Garasi Mobil), karena mobil tersebut merupakan salah satu aset Pemerintah Desa Sarajaya.

“Berharap sih bisa diketemukan lagi, itu kan aset Desa kami untuk kepentingan masyarakat, “ Ujarnya

Safrudin menambahkan, akan mencoba lagi berkomunikasi dengan BPD, agar menindak lanjuti aset Desa yang raib tanpa jejak, bisa saja nanti ada musyawarah Desa, karena kami belum melaporkan kehilangan ini sama pihak Kepolisian disini.

“Kami menunggu musyawarah dulu dengan BPD, tentunya, ini bisa saja dilaporkan ke pihak yang berwajib (Polsek), karena mobil tersebut adalah aset Desa, kami nunggu arahan BPD dulu harus bagaimana?,” tutupnya. (Permana)