Misteri Gunung Padang Diangkat Menjadi Film Horor

0
751

Inapos, Jakarta.- Setelah peluncuran trailer pada Agustus lalu, film ‘Gerbang Neraka’ (Firegate) yang diproduksi oleh Legacy Pictures kini akan rilis 20 September mendatang. Film Gerbang Neraka (Firegate) ini disutradarai oleh Rizal Mantovani yang juga menyutradarai horor laris Jailangkung.

Robert Ronny yang memproduseri film Gerbang Neraka mengatakan, “ini film horor yang kita buat dengan format yang berbeda dari begitu banyaknya film horor Indonesia yang selama ini ada. Kalau selama ini film horor Indonesia formatnya adalah satu rumah atau satu tempat berhantu dan cerita berputar pada tempat berhantu saja, tidak demikian dengan Gerbang Neraka,” ucap Robert saat menggelar jumpa pers di Epicentrum, Jakarta, Rabu (13/09/17).

Film ini terinspirasi dari sebuah penemuan situs purbakala yang nyata yaitu situs piramid Gunung Padang, tapi kita hanya mengambil penemuan situs ini saja. Sebagai inspirasinya kemudian kita membuat cerita fiksi dari kejadian tentang Piramid tersebut, berbeda dengan format satu tempat berhantu film ini adalah petualangan tiga tokoh berbeda latar belakang yaitu : Dr. Arni yang arkeolog, Tomo seorang jurnalis dan Guntur yang Paranormal.

“mereka bertiga dipaksa bekerjasama untuk memecahkan misteri kejadian-kejadian buruk bahkan kematian, yang melingkupi upaya ekskavasi Piramid Gunung Padang. Dengan plot cerita seperti itu, maka ada berbagai misteri kejadian yang terjadi di mana tidak hanya berpusat pada satu tempat yang berhantu. Horor petualangan ini menjadi suguhan yang akan menyemarakkan tontonan film horor yang sekarang ini sedang mulai disukai kembali oleh penonton film Indonesia, unsur cerita yang meramu petualangan misteri dan horor dengan perpaduan akting mumpuni para pemainnya, akan menjadi hal yang seru bagi penonton filmnya jelas,” tambah Robert Ronny.

Selain Robert, Rizal Mantovani juga menyampaikan, “Film ini merupakan sebuah Project yang spesial buat saya, karena memang ini merupakan format film horor berbeda seperti yang telah dijelaskan Ronny sebagai penulis cerita sekaligus produser. Film ini menjadi tantangan buat saya sebagai sutradara, karena ada tiga hal besar yang harus saya garap dengan baik. Yaitu, soal cerita yang artinya terkait dengan dramatisasi lalu soal misteri yang berarti suspense yang sangat penting bagi film horor petualangan, ketiga tentang artistik karena ada true events yaitu situs piramid Gunung Padang yang begitu majestic sehingga membutuhkan Computer Generated Imagery (CGI) yang tidak main-main. Ketiga hal tersebut harus sama-sama digarap dengan detil dan tidak bisa timpang karena saling menunjang,” ucap Rizal.

Reza Rahadian yang merasa tertantang dalam film tersebut, ia menyampaikan, “sudah lama saya memang menolak untuk main film horor, karena belum ada hal segar yang berbeda sampai Kemudian Mas Rizal dan Mas Ronny menawarkan Gerbang Neraka ini buat saya. Film ini seru sekali, karena terinspirasi dari true events yang kemudian diramu secara fiksi sedemikian rupa dimana karakter-karakternya juga kaya. Tomo misalnya yang saya perankan bukan one-dimentional karakter yang jahat saja atau baik saja, kita bisa menemukan dimana tomo memang sangat menyebalkan tapi kemudian ada hal-hal dimana dia sebenarnya juga orang yang cerdas dan idealis. Jadi sebagai aktor, tantangan saya besar untuk memainkan karakter yang multidimensional karena berbagai peristiwa yang terjadi pada tomo membuat dia manusia yang berbeda juga tiap kali dengan latar pemikiran dan perasaannya. Hal ini menjadi pengalaman yang berbeda buat saya, dibanding film-film horor lainnya yang mungkin berputar hanya pada ketakutan pada sesuatu yang berhantu. Bukannya itu artinya jelek atau lebih mudah ya, karena setiap film butuh kepiawaian akting, tapi di Gerbang Neraka ini ada spektrum akting yang berbeda yang saya tertantang dan senang melakukannya,” jelas Reza Rahadian yang berperan sebagai Tomo Gunadi seorang wartawan majalah misteri dan supranatural.

Julie Estelle Juga mengungkapkan rasanya, ” sebagai Dr. Arni seorang arkeolog memang menjadi tantangan juga buat saya. Saya harus melakukan banyak riset, membaca buku, supaya bisa memerankan dengan baik tokoh arkeolog yang sangat bertumpu pada logika dan sains. Arni juga bukan karakter yang one-dimentional, dia berubah-ubah terkait dengan interaksi Arni dengan dua tokoh utama lainnya yaitu Tomo dan Guntur. Memainkan multidimensional karakter dengan porsi dramanya yang cukup banyak menjadi hal yang seru buat saya sebagai pemain, semoga penonton bisa menikmati akting para pemain dan juga filmnya,” harap Julie Estelle.

Dwi Sasono yang berperan ssbagai seorang spiritualis menyatakan, “memerankan Guntur Samudra yang adalah seorang spiritualis menjadi tantangan tersendiri buat saya, karena karakter ini sangat dekat dengan hal-hal mistis yang notabene bertolak belakang dengan logika dan sains. Saya beruntung punya teman Indigo yang mau berbagi dengan saya, tentang apa apa yang bisa dilihat dan hal-hal yang dialami. Berbekal informasi teman saya yang indigo, saya berdiskusi juga dengan Mas Rizal untuk membangun karakter Guntur Samudra ini. Gerbang Neraka yang mengetengahkan genre horor petualangan yang berbeda ini, semoga bisa menambah kekayaan film horor Indonesia dan banyak ditonton, harap Dwi Sasono.

Film Gerbang Neraka juga dibintangi pemain-pemain lain diantaranya Ray Sahetapy, Lukman Sardi, Puy Brahmanthya, Kiva Iskak dan pemain cilik Ayasha Putri. (Elwan)