Miris.., Tidak Mau Dikonfirmasi, Penanggung Jawab Proyek PT LIM Terkesan Benturkan Sesama Wartawan

0
83

Inapost.com Bangka Tengah – Proyek pemeliharaan berkala jalan simpang katis-sungaiselan (dak reguler) dengan panjang 1.93 KM, dengan anggaran Rp.5.716.232.000, dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provisi Bangka Belitung Yang di kerjakan oleh PT. Lembawai Indah Makmur (LIM) dengan lama pekerjaan 180 Hari kalender terhitung sejak 22 Februari 2021, pada proses pengerjaannya tidak diawasi secara inten oleh dinas terkait hal ini menyebabkan pekerja maupun pelaksana seenaknya mengerjakan, bahkan meletakan bahan materialnya di bahu kanan – kiri bahu sehingga mempersempit ruang jalan tersebut, dan mengakibatkan kecelakaan terjadi dan menimbulkan korban jiwa meninggal dunia.

Tidak jauh dari plang papan proyek terjadi kecelakaan lalulintas tubrukan berlawanan arah antara pengendara sepeda motor berboncengan dengan truck dari arah sungaiselan menuju Pangkalpinang, diketahui sebelumnya cuaca hujan kejadianpun berkisar pukul 17.30 wib disertai kondisi jalan sempit dikarenakan adanya tumpukan material pembangunan irigasi pada kanan kiri jalan. Menurut keterangan sopir Jamian pengendara truck Nopol BN 8701PA saat dikonfirmasi awak media di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dikatakan Jamian tidak terlihat adanya tumpukan pasir dan batu di pinggir jalan sepontan saya banting setir menghindar kearah tengah jalan dan tiba tiba dari arah berlawanan kendaraan melaju mengarah ke tengah jalan sepertinya menghindar material hingga tidak dapat terelak lagi sepontan pristiwa itu terjadi ujar jamian kepada media 10/4/2021 yang lalu.

Pantaun awak media di lapangan 11/4/2021 di sekitaran tempat kejadian kecelakaan menjumpai beberapa pekerja guna menanyakan penanggung jawab proyek dan juga pengawas kegiatan, Para pekerja memilih bungkam yang hanya mengatakan ‘tidak tahu’, kami hanya pekerja kalau pengawasnya juga kami kurang tau tapi kadang ada yang datang melihat lihat lalu pergi lagi ‘ ucap salah satu pekerja yang bertinggal tidak jauh dari lokasi proyek bersama rekan kerja yang lain.

kemudian Tim media mencari tau pelaksana proyek PT. Lembawai Indah Makmur (LIM) guna mendapatkan informasi lebih jauh, namun pihak PT. LIM yang di wakili Ojik terkesan menghindar dengan alasan berbagai macam, sedang keluar kota, Bos lagi tidak ada ditempat nanti saya hubungi hal itu yang menjadi alasan ucapan saat dihubungi melalui via handphone dan juga Whatsapp oleh awak media.

Anehnya upaya wartawan untuk konfirmasi tidak digubris namun Ojik diduga mengupayakan kepada wartawan lain saat hendak dikonfirmasi hal ini seakan ojik membenturkan profesi wartawan yang hendak konfirmasi terhadap pelaksanaan pekerjaan irigasi di daerah Jalan sungai selan kabupaten Bangka Tengah. Padahal yang bersangkutan belum mengerti pokok permasalahan apa yang hendak di konfirmasi hingga dijelaskan kepada sesama profesi jurnalis tersebut yang akhirnya ia pun mengerti lalu meminta maaf bahkan iapun segera menegaskan kepada Ojik agar jangan membenturkan sesama profesi wartawan, dan ini tidak bisa di diamkan.

Sebut saja Sdt. EW merupakan sesama profesi jurnalistik yang sebelumnnya menutup nutupi untuk menjumpai Ojik selaku perwakilan PT. LIM yang disebut sebut. Sdr. Ew pun tidak dapat memberikan jawaban yang tepat.(Tim/M)