BerandaDaerahMiris, Setiap Tahun Gubuk Reot Mak Inah Selalu Kebanjiran

Miris, Setiap Tahun Gubuk Reot Mak Inah Selalu Kebanjiran

KARAWANG, inapos.com – Meluapnya sungai Cilamaya aliran Bendungan Barugbug mengakibatkan beberapa rumah warga Dusun Karajan, RT 03/01, Desa Cirejag, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat terendam. Dari tiga rumah warga yang terendam, salah satunya gubuk berukuran 2×2 meter yang ditempati oleh Nenek Inah (65).

Nenek Inah sendiri, sudah puluhan tahun menempati gubuk reot tersebut seorang diri (sebatang kara). Kondisi ini membuat kehidupan Nenek Inah semakin memprihatinkan. Karena untuk makan saja, Nenek Inah harus menunggu belas kasian dari tetangga.

Melihat kondisi tersebut, Kepala Desa Cirejag, Dadang Supriatna sebelum memperjuangkan kesejahteraan untuk Neneh Inah berupa bantuan rutilahu. Tetapi, karena gubuk Nenek Inah berada dilahan perairan maka bantuan tersebut tidak salurkan.

“Yah gubuk Nenek Inah hampir terendam. Beliau menempati gubuknya ditanah pengairan bukan tanah pribadi. Jadi ketika mau diajukan melalui program rutilahu terbentur aturan,” kata Kepala Desa Cirejag.

Kades juga menyebutkan, kondisi hujan deras dipastikan berakibat meluapnya aliran Sungai Cilamaya berasal dari Bendungan Barugbug. Sudah menjadi banjir langganan jika memasuki musim hujan.

“Hampir setiap tahun wilayah Dusun Karajan I RT 03/01 jadi langganan banjir. Ada 100 Kepala Keluarga (KK) di Dusun tersebut. Tapi rumah warga yang terendam ada tiga rumah dan satu Mushola,” ungkapnya.

Ia meminta kepada warga untuk waspada memasuki musim penghujan. Apalagi warga yang rumahnya dekat Sungai Cilamaya. Karena hujan itu sulit diprediksi.

“Warga agar waspada dan siaga. Kuatir malam hari hujan akan membahayakan masyarakat. Air Sungai Cilamaya datang tiba-tiba,” himbaunya.(den)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments