Miliki Potensi Besar, Kang Hero Dorong Pasokan PT PGN

0
189

KOTA CIREBON.- Anggota Komisi VI DPR RI Ir. H. E. Herman Khaeron mendorong Perusahaan Gas Negara (PGN) kedepan akan lebih baik. Sebab PGN memiliki potensi yang sangat besar untuk berbagai kebutuhan.

“Ini sebagai uji petik, bukan hanya di Cirebon, daerah lain pun kami datangi untuk memastikan dan memotret PGN di daerah,” ujar Kang Hero usai kunjungannya di PGN Cirebon, Kamis, (2/1/20).
 

PGN Cirebon, menurutnya, memiliki kesejarahan yang panjang. Sejak tahun

1925 PGN Cirebon bukan hanya gas alam tapi dari pengolahan pabrik gas.
“Dari pengolahan gas tentu kesejarahan ini menjadi prospek masa depan.
Gas akan menjadi bahan bakar ramah lingkungan,” kata Hero.
Dijelaskan Kang Hero, kekurangan pasokan yang ada di PGN Cirebon harus ada keputusan strategis dan ini harus didorong dari keputusan politis.
“Kedepan PGN harus mempunyai akselerasi yang lebih kuat, hebat dan masif. Adapun kendala yang menjadi persoalan perjalanan PGN perlu diselesaikan,” jelas Politisi Demokrat ini.
Hero menambahkan, PGN memiliki prospek yang baik. Untuk itu harus dikawal, dijaga dan dikembangkan guna memberikan dampak positif untuk masyarakat.
“Selain harga lebih murah, konfersi minyak ke gas dapat dilaksanakan diseluruh bidang, mulai rumah tangga, industri dan transportasi yang juga memberi dampak positif,” imbuhnya.
Group Head SSM PT PGN Tbk, Santiaji Gunawan mengatakan, kekurangan pasokan ini sangat penting untuk keberlangsungan PGN dalam rangka melayani industri komersial dan rumah tangga.
“Saat ini jumlah keinginan masyarakat akan gas bertambah banyak,” kata Santiaji.
Ia menyebut, pihaknya sudah beberapa kali meminta penambahan pasokan kepada pemerintah melalui K3SS Akamigas agar pasokan di PGN Cirebon meningkat sehingga dapat melayani masyarakat.
“Kami meminta pa Herman Khaeron untuk memfasilitasi penambahan pasokan ini agar teratasi dengan baik,” pintanya.
Sales Area Head PGN Cirebon Makmuri mengungkapkan, saat ini pelanggan PGN memiliki 22.800 yang terdiri dari komersial, industri dan masyarakat yang tersebar di Kota Kabupaten Cirebon dan Majalengka.
“Tahun ini (2020) ada penambahan pelanggan di Kota Cirebon sebanyak 5.000 dan di Kabupaten Cirebon sebanyak 5.000 pelanggan,” ungkapnya.
Sedangkan untuk kekurangan pasokan, lanjut dia, sampai tahun 2027 kebutuhan industri sebanyak 32 MM dan baru tersedia hanya 2,8 MM.
“Artinya pasokan ini masih sangat kurang,” tandasnya. (Kris)