Milad ke-1 Pusaka Domas, Puluhan Guru Silat Beratraksi

0
541

JAKARAT.- Milad ke-1 Padepokan Pusaka Domas sekaligus ajang silaturahmi dihadiri ratusan perguruan silat yang berada di Jabodetabek. Acara yang diselenggarakan di Jl. Berdikari, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (03/03/19).

Tampak puluhan jajanan tradisional Betawi dipadati para pengunjung juga tamu yang hadir, seperti kue rangi, kerak telor, dodol, ongol-ongol dan lainnya.

Acara yang mengambil tema ‘Bukan Festival Kampung Betawi Biasa’, menampilkan puluhan guru persilatan dengan atraksi jurus-jurus silatnya. Dimas Febri selaku ketua Padepokan Pusaka Domas yang juga merupakan generasi ke 3 mengatakan, pergantian nama dari Padepokan Cingkrig Nasrulloh ke Pusaka Domas sebetulnya dari 2016. Karena nama sebelumnya ialah nama guru besar dari persilatan ini, Abdul Basit (Alm) mengganti dengan Padepokan Cingkrig Pusaka Domas.

“Domas sendiri yang berarti dorongan masyarakat, jadi kami-kami yang muda yang mesti mengembangkan budaya Betawi dan memperjuangkan. Jangan sampai kita terbawa arus dengan budaya-budaya luar, Domas sendiri juga telah tersebar di seluruh Indonesia, diantaranya di Garut, Riau, Sumatera dan lainnya,” kata Febri saat diwawancarai.

Ia berharap dengan adanya kegiatan ini, para pemuda khususnya dapat termotivasi untuk mengembangkan budaya. Mengenai tema yang diambil ia menjelaskan, kita memakai pakaian yang jaman dulu, artinya tidak menghilangkan esensi kebudayaannya dan nuansa dari tempatnya juga tidak lepas dari budaya dulu. Meski sekarang sudah sulit mencari lahan untuk mengadakan kegiatan semacam ini.

Selain itu Ketua Panitia penyelenggara Intan Latief menerangkan, ‘Bukan Festival Kampung Betawi Biasa’ memang kita adakan di kampung, kita orang kampung tapi tidak kampungan. Di acara ini kita berkonsep dengan berbeda bukan cuma melulu dengan stand tenda-tenda sebagaimana festival lainnya.

“Kita jadikan konsepnya seperti tempo dulu, memang sedikit kerja keras untuk membuatnya. Agar masyarakat dapat menikmati suasana Betawi tempo dulu, ya kurang lebih seperti ini,” pungkas Intan.

Ditempat yang sama, Kapolsek Kebon Jeruk AKP Erick Sitepu juga mengapresiasi atas terselenggaranya festival ini. Ia menuturkan, acara ini sangat positif bisa mempererat persatuan. “Melihat banyaknya hoax saat ini, jangan sampai menjadi sarana untuk memecah belah persatuan dan kekompakan yang sudah lama terjalin,” tukasnya. (Elwan)