Meski Diguyur Hujan, Garda NTT Tetap Lanjutkan Kirab Budaya Peringati Sumpah Pemuda

0
292

Meski Diguyur Hujan, Garda NTT Tetap Lanjutkan Kirab Budaya Peringati Sumpah Pemuda

Jakarta.- Gerakan Patriot Muda Nusa Tenggara Timur (Garda NTT) kembali mengadakan Kirab Budaya Nusantara, untuk menyambut datangnya hari Sumpah Pemuda pada Senin (28/10). Kali ini, Kirab Budaya itu bertemakan Bersatu Kita Maju.

Selain dari NTT, Kirab budaya diikuti dari daerah lainnya seperti Ternate, Maluku, Kalimantan dan lainnya. Mereka masing-masing menampilkan tarian daerahnya.

Ketua Garda NTT, Wilfirdaus Yons Ebiet mengatakan, melalui Kirab Budaya ini, pihaknya ingin kembali membangkitkan ingatan masyarakat Indonesia, utamanya anak-anak muda akan sejarah bersatunya para pemuda pada 28 Oktober 1928 silam.

“Dulu, pada saat 28 Oktober, 91 tahun yang lalu, para pemuda dariberbagai daerah berkumpul, yang mana mereka memantik dan menggelorakan nasionalisme,” katanya kepada Inapos.com, Minggu (27/10/2019).

Dari perkumpulan hari itu, lanjut Ebiet, timbul kemudian sentimen bangsa untuk bangkit dan bersama-sama maju melawan kolonialisme.

Selain itu, Sumpah Pemuda yang diadakan di Batavia dulu, juga dapat dimaknai sebagai momen bangkitnya para Jong dari berbagai daerah. Jong tersebut antara lain: Jong Java, Jong Sumatera, Jong Celebes, Jong Ambon dan beberapa lainnya. 

“Ini adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar Sumpah Pemuda ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia”, tutur Ebiet. 

Sementara itu, dalam Kirab Budaya ini, Garda NTT kembali melibatkan mahasiswa NTT, yang kini tengah mengenyam pendidikan di Jakarta dan sekitarnya. Mahasiswa, ujar Ebiet, adalah simbol dari para pemuda Indonesia.

Sedangkan untuk mecerminkan keberagaman suku dan etnis di Indonesia, Garda NTT bersama sekitar 200 mahasiswa yang hadir menyajikan berbagai macam pertunjukan seni, seperti tarian tradisional, tari daerah dan pembacaan puisi. “Kita ada tampilkan tarian-tarian daerah, nyanyikan lagu daerah, sama ada pembacaan puisi, yang datang juga pakai baju adat masing-masing,” imbuh dia.

Sementara Marlin Bato yang merupakan Sekjen Garda NTT menyampaikan, Karena itu kami berharap momentum ini bukan saja sebagai nomenkltur peringatan yang bersifat monumental, tetapi harus dimaknai sebagai intisari jiwa bangsa Indonesia yang mampu merasuk kaum muda sebagai agen memperkokoh bangsa yang satu, bahasa satu dan tanah air satu.

“Mulai lunturnya nilai-nilai sumpah pemuda yang termaktub dalam 3 kalimat tersebut sangat rentan mengantar bangsa ini menuju perpecahan. Karenanya tiga poin ikrar inil harus mampu melahirkan patriot-patriot muda sebagai garda terdepan pembela identitas bangsa Indonesia,” tuturnya.

Meski diguyur hujan, namun tak menghentikan langkah mereka dalam memaknai hari sumpah pemuda. (Elwan)