Merindukan Pemimpin Yang Adil

0
406
Oleh: Dr. Arif Rismawan Shalahuddin
S. Ac. MM. 
Pengasuh PonPes Virtual Ihya Ulumuddin Cirebon dan Manager Program Wisata Religi Cirebon PP DMI

Tentunya siapapun saat ini sangat merindukan pemimpin yang adil, pemimpin yang amanah dan pemimpin yang menyayangi rakyatnya dalam lingkup apa saja. Namun nampaknya kerinduan tersebut seperti mimpi disiang bolong dan mengharap sebuah keajaiban yang sangat langka. Ini bukan sikap pesimisme atau apatisme tetapi sebuah realitas bahwa kian hari kian rumit untuk menemukan pemimpin yang ideal. Di zaman ketika dusta telah begitu mewah, dikemas dengan segala warna-warni hiasannya, menunjukan mana pemimpin yang benar-benar baik dan adil tidaklah mudah.
Kerinduan akan pemimpin yang adil adalah suara hati yang kekal, tulus dan fitrah dasar jiwa. Kerinduan kepada pemimpin yang baik adalah kebutuhan jiwa yang alami. Seperti anak-anak memimpikan ayah yang damai, ibu yang lapang dan lembut meski tinggal di rumah sederhana. Al Qur’an memandang kepemimpinan sabagai perjanjian llahi yang melahirkan tanggung jawab menentang kedzaliman dan konsisten menegakkan keadilan.
“Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu (hai lbrahim) pemimpin untuk seluruh manusia.” Dia (lbrahim) berkata, (saya memohon agar) termasuk juga keturunan-keturunanku.” Allah berfirman,” Perjanjian Ku ini tidak akan diterima oleh orang-orang yang dzalim.”(QS.Al Baqarah: 124).
Kepemimpinan dalam pandangan ayat di atas bukanlah sekedar kontrak social, tetapi juga menjadi kontrak atau perjanjian antara Allah dan sang pemimpin untuk menegakkan keadilan. Yang disebut pemimpin tidak selalu berada pada skup sebuah pemerintahan Negara, tapi juga yang lebih rendah dari itu. Pemimpin ditempat kerja, pemimpin organisasi, pemimpin rumah tangga, bahkan memimpin diri sendiri.
Allah SWT kepada para pemimpin yang adil, akan memberikan perlindungan pada hari kiamat dari panasnya matahari di Padang Mahsyar. Sebaliknya, pemimpin yang mati dengan menghianati amanah yang diberikan kepadanya, maka dia tidak akan mencium bau harumnya surga. Ada banyak kriteria kepemimpinan yang kita rindukan. Meski kata adil hampir mewakili semuanya. Pada potret potret sejarah manusia manusia adil di sepanjang waktu, kita bisa mengurai detil kerinduan itu.
Ada beberapa tipe pemimpin yang kita rindukan:
1. Kita Rindu Pemimpin Yang Berorientasi Akhirat Memaknai orientasi akhirat dalam kepemimpinan, artinya segala hal hal yang berada dalam otoritas kepemimpinan kita, kita jalankan dengan benar benar menghitung, apakah ini akan berujung pada dosa dan murka Allah, atau bisa mendekatkan kita kepada Ny. Hanya kalkulasi untung rugi di akhirat sajalah yang bisa membuat kita tunduk secara total, bukan pada performa kepemimpinan itu sendiri, apalagi hanya kepada mitos kewibawaan yang menyelimutinya.
2. Kita Rindu Pemimpin, Yang Menyayangi Dengan Hati Yang Ikhlas Pada era kekuasaan yang sudah kaya dengan teori, rakyat sedemikan tak kuasa menghindar dari jeratan pola hubungan kekuasaan dan yang dikuasainya. Maka kepemimpinan menjadi sangat kering, hambar, terlampau protokolistik.
Tak ada kasih sayang yang tulus, ketabahan bersama bahkan untuk sekedar bela sungkawa.
3. Kita Rindu Pemimpin Yang Berani Menunaikan Hak Orang Yang Dipimpinnya. Ruang lingkup kepemimpinan, dalam bentuk yang kecil maupun besar, punya tanggung jawab besar untuk menunaikan hak hak orang orang yang dipimpinnya. Ada banyak kerinduan kita untuk para pemimpin. Pemimpin yang tidak rakus, yang tidak memakan harta rakyat dengan cara yang tidak sah. Pemimpin yang cerdas dan pandai menghadapi berbagai masalah. Kita rindu kepada begitu banyak tipe pemimpin yang baik.
Kepemimpinan yang tidak ada penunaian hak hak dengan baik hanya akan menjadi sumber kesengsaraan saja. Karena itu Umar bin Khattab misalnya, sangat memperhatikan masalah ini. Seperti nasehatnya untuk para penegak hukum: Cerahkanlah wajahmu dalam setiap persidangan, agar orang orang terhormat tidak mendekat untuk mempengaruhi keputusanmu. Demikian juga agar orangorang yang lemah tidak putus asa terhadap keadilan yang akan engkau putuskan. Tunjukanlah bukti bukti kepada orang orang yang menuduh serta bersumpah bagi yang mengingkarinya.
Untuk mewujudkan pribadi yang memiliki kepemimpinan yang utuh, setiap diri hendaknya mengacu pada firman Allah SWT, yang menerangkan tentang sifat sifat yang hendaknya dimiliki oleh pemimpin:
1. Berpengetahuan Luas, Kreatif, Inisiatif, Peka, Lapang Dada Dan Selalu Tanggap.
“Hai orang orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang orang yang beriman di antaramu dan orangorang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Mujadalah: 11 ).
2. Bertindak Adil, Jujur Dan Konsekuen
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat. (QS. Annisa: 58).
3. Bertanggung Jawab.
“Katakanlah: “Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, Padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.” (QS. Al An’am: 164).
4. Selektif Terhadap informasi.
“Hai orang orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS. Al Hujarat: 6).
5. Memberikan Peringatan.
“Dan tetaplah memberi peringatan, karena Sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang orang yang beriman“. (QS. Adz dzariyaat: 55).
6. Memberikan Petunjuk Dan Pengarahan “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar dan adalah mereka meyakini ayat ayat kami”. (QS. Assajdah: 24).
Jika semua petunjuk diatas dilaksanakan oleh pimpinan dan segenap anggotanya dengan penuh rasa tanggung jawab, maka akan terciptalah mekanisme roda kepemimpinan yang harmonis, berjalan lancar, tertib, dengan
demikian keberhasilan dan kemenangan akan mudah dicapai.