Merasa Diancam, Wartawan Bekasi akan Buat LP

0
985

INAPOS, KABUPATEN BEKASI – Diduga karna tidak terima pekerjaannya dikritisi dan diberitakan, salah satu kontraktor pelaksana proyek peningkatan jalan Kampung Pegadungan Heller RT/RW : 001/017 Desa Pantai Makmur, Kecamatan Tarumajaya. Ancam salah seorang wartawan melalui pesan singkat WhatsApp.

Pengancaman dilakukan lantaran kesal pekerjaannya dikritisi warga karna ketebalannya tidak sesuai RAB dan diberitakan.

Salah seorang pelaksana yang mengerjakan proyek anggaran dari APBD Kabupaten Bekasi ancam akan mencari wartawan yang memberitakan dan sebut sudah siap menanggung segala resikonya.

Bukti ancaman yang dilakukan kontraktor

“Abang minta berapa emang, ngomong aja sama saya, gua bakal cari cari terus sampe lu bener bener apa maksud dari lue, kerjaan gue lu gituin, gue abis kena tipu ama tk, yrus lu pada gitu ama gue, cara lu salah bang,”jawabnya pelaksana yang mengaku bernama Tts melalui pesan singkat WhatsApp 27/10/2019

Pelaksana yang mengerjakan proyek tersebut meminta kepada wartawan salah satu media di Bekasi untuk menghapus video rekaman milik wartawan tersebut, jika tidak pihaknya akan bikin perkara lebih panjang.

“Gue minta video loee hapus, gue bikin perkara lebih panjang, gue mah kagak miskin kerjaan kagak dibayar juga, tapi harga diri ama nama baik gue belah, biar loe kenal juga ama gue,”ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Tts pun terus melakukan serangan kepada wartawan melalui pesan WhasApp, bahkan dirinya mengaku akan menggerakan salah seorang ponakannya yang bertugas di Kepolisian.

“Sebelum ada tindak lanjut dari saya, segala resiko udah siap saya terima saya juga minta pertanggung jawaban dari abang, ni saya punya ponakan lagi dinas di Polsek Tarumajaya sebelum saya gerakin, saya masi ada niat baik hari ini buat ketemui,” tulisnya.

Menanggapi hal itu, Fery sebagai wartawan yang menerima ancaman dan intimidasi dari salah seorang pelaksana yang bernama Tts tersebut, akan melaporkan hal ini ke Polres Metro Bekasi.

Sejak hari ini, dirinya terus mendapatkan teror dan ancaman melalui pesan WhatsApp dari salah satu pelaksana yang mengerjakan proyek Peningkatan Jalan di Kampung Pegadungan Heller Rt001/017 mengaku bernama Tts.

“Ancaman tersebut lantaran pekerjaan yang dikerjakan olehnya, tidak ingin ramai dimedia dan pemberitaan, karna pekerjaan tersebut banyak melakukan pengurangan terhadap mutu ketebalan beton,”ujar Fery kepada inapos Minggu (27/10/2019).

Dengan kejadian ini. Lanjut Fery, dirinya akan melaporkan hal ini ke pihak kepolisian yaitu Polres Metro Bekasi, karna jelas ini sudah merupakan suatu pengancaman secara langsung melalui media social pesan singkat WhatsApp.

“Ini akan segera saya laporkan, bukti-bukti dan saksi sudah saya siapkan dari mulai bukti screnshoot WhatsApp dan saksi yang melihat langsung kejadian,”terangnya.

Terkait kegiatan yang berada di Kampung Pegadungan Heller RT/RW : 001/017, Inapos mencoba menghubungi Srikandi, pengawas proyek tersebut di lokasi dan menanyakan CV apa yang mengerjakan kegiatan tersebut.

Srikandi yang merupakan staff dari Dinas Disperkimtan Kabupaten Bekasi ketika dihubungi Minggu 27/10/2019 mengaku kalau dirinya lupa apa nama CV tersebut.

“Saya lupa bang apa nama CV nya, coba nanti saya cari dan nanti saya wa abang,” kata Srikandi ketika dihubungi melalui telepon selulernya.

Namun hingga berita ini ditayangkan, Srikandi belum juga memberikan informasi terkait nama CV dan berapa nilai kontrak pekerjaan itu. (Fal/Red)