Rabu, Juni 19, 2024

Menteri Yohana Inginkan Kemenkes Tingkatkan Perlindungan

Date:

Share post:

Inapos, Jakarta.- Beberapa waktu lalu beredar luas di dunia maya video terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh perawat laki-laki di Rumah Sakit Nasional Hospital Surabaya. Perawat tersebut diduga melakukan tindakan pelecehan seksual pada salah satu anggota tubuh pasien yang tengah menjalani perawatan.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan tegas mengatakan, “saya merasa sangat geram atas adanya kejadian pelecehan seksual terhadap perempuan. Mirisnya, hal ini dilakukan oleh tenaga medis kepada pasien yang tengah menjalani perawatan. Pasien yang seharusnya mendapatkan perlindungan karena dalam kondisi tidak berdaya setelah menjalani operasi, justru mendapatkan perlakuan yang tidak pantas oleh salah satu perawat laki-laki. Saya selaku Menteri PPPA tidak mentolerir sekecil apapun bentuk kekerasan, pelecehan, dan diskriminasi, khususnya terhadap perempuan dan anak. Pelaku harus mendapatkan sanksi atau hukuman sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku agar menimbulkan efek jera dan tidak ada korban lagi di kemudian hari,” kata Menteri PPPA, Yohana Yembise, Jumat (26/01/18).

Menteri Yohana sangat mengapresiasi pihak manajemen RS dan aparat kepolisian yang segera mengambil tindakan untuk menangani dugaan kasus pelecehan seksual terhadap perempuan yang akhir-akhir ini jumlahnya semakin meningkat. Setelah diinterogasi oleh pihak RS, akhirnya pelaku mengakui perbuatannya dan memohon maaf kepada korban. Karena telah melanggar etika profesi, pihak RS pun telah memberhentikan perawat tersebut dari pekerjaannya. Sementara itu, Polresta Surabaya kini tengah melakukan penyelidikan dan akan ditingkatkan ke proses penyidikan jika menemukan indikasi adanya tindak pidana yang dilakukan oleh pelaku.

Atas kejadian ini, Menteri Yohana berharap Kementerian Kesehatan dapat meningkatkan upaya perlindungan kepada pasien yang dinilai menjadi tempat rawan bagi terjadinya tindakan pelecehan atau bentuk kekerasan lainnya. Kementerian Kesehatan merupakan mitra kerja terdekat dalam penanggulangan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (KTPA). Selain itu, Kementerian Sosial dan Polri yang sudah sejak tahun 2000 lalu diberikan mandat dalam Ķatmagatrifol (Kesepakatan Tiga Menteri dan Polri terkait Perlindungan Perempuan dan Anak dari Kekerasan).

“Kami berharap pihak RS dapat memberikan layanan rehabilitasi sosial terhadap trauma yang dialami korban agar cepat pulih dan mendapatkan kepercayaan diri kembali karena jika tindakan tersebut tidak segera dilakukan, maka akan berdampak negatif seumur hidup. Kami juga mendorong perempuan untuk punya keberanian melaporkan kasus kekerasan yang dialami. Jangan diam saja,” tegas Menteri Yohana. (Elwan)

spot_img

Related articles

Pertamina RU VI Balongan Tebar 132 Hewan Kurban, Bantu Masyarakat Sekitar Merayakan Iduladha

BALONGAN.- Dalam rangka merayakan Idul Adha 1445 H, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI Balongan kembali...

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Uang Palsu Rp 22 Miliar di Jakarta Barat

JAKARTA.- Polda Metro Jaya berhasil mengungkap sindikat pengedar uang palsu dengan barang bukti senilai Rp 22 miliar di...

Rutan Cirebon Rayakan Iduladha 1445 H dengan Berbagai Kegiatan dan Pembagian Daging Kurban

KOTA CIREBON.- Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cirebon melaksanakan perayaan Idul Adha 1445 H pada 10 Zulhijah...

Semarak Iduladha di Masjid KH Hasyim Asy’ari, 1.200 Kantong Daging Kurban Dibagikan

JAKARTA.- Pengurus Masjid KH Hasyim Asy’ari di Jalan Daan Mogot, RT 13/14, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, menggelar...