Menteng 58 Akan Pelopori Gerakan Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir

0
362

Inapos, Jakarta.- Rencana kebebasan Abu Bakar Ba’asyir (ABB) dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung┬áSindur, Bogor, Jawa Barat. Semakin tidak menemukan kejelasan, situasi ini jelas menimbulkan keprihatinan semua pihak.

Diantaranya datang dari Forum Syuhada Indonesia (FSI), Gerakan Pemuda Islam, Forum Komunikasi Alumni Afghanistan Indonesia (FKAAI) dan ulama sepuh Ust. Abu Fakih Muzakir. Sekjen GPI Diko Nugroho menyampaikan, bahwa pembebasan ABB menjadi sebuah polemik nasional, maka dari itu kami menentukan sikap dan berbicara berembuk guna menyatukan sikap. “Bahwa kami akan menggerakan ‘Gerakan Nasional Untuk Mendukung Pembebasan ABB’, saya bisa memahami situasi hari ini di pemerintah dan para menterinya yang telah terjadi pro dan kontra soal pembebasan ABB,” kata Diko saat menggelar konferensi pers di Menteng 58, Jakarta Pusat, Rabu (30/01/19) dengan tema ‘Mendukung Inkonsistensi Presiden Republik Indonesia Dalam Pembebasan Ust. Abu Bakar Ba’asyir.

Bahwa gerakan kami ini adalah murni gerakan kemanusiaan, yang dijamin oleh UUD 45 dan Pancasila. Padahal ketika dibenturkan oleh administrasi kami telah memafhum soal itu, Presiden juga telah memafhum. Kami sangat menyayangkan hal ini dikaitkan dengan kontestasi Pilpres, saya bersumpah gerakan ini tidak ada kaitannya dengan Pilpres.

“Karena saya telah melihat, dari awal ada itikad baik dari Presiden dengan dasar kemanusiaan yang dijamin oleh undang-undang. Kami berkomitmen pembebasan ABB menjadi prioritas, kami juga mendukung pemerintah untuk kebebasan ABB. Kami sangat menyayangkan apabila adanya intervensi baik itu dari Partai bahkan anak buahnya Presiden,” tegasnya.

Padahal Presiden sendiri memiliki prioritas dan hak preogratif untuk menentukan suatu masalah, bukan justru di intervensi oleh anak buahnya sendiri. Untuk itu, ucap Diko, “semoga pemerintah mendapatkan barokah atas bebasnya ABB, jangan lagi takut di intervensi oleh siapapun terlebih oleh Asing, umat akan berada dibarisan pemerintah,” tandasnya.

Ketua FSI Ust. Hasri Harahap juga senada, ia menuturkan, “kita akan menggaungkan untuk mendukung pembebasan ABB, sekaligus membackup Presiden yang telah menyatakan pada (13/01) di Garut, Jawa Barat. Apa yang disampaikan ABB pada waktu saya bertemunya ia (ABB-red) mengatakan bahwa ia sangat NKRI, artinya siapa yang menjalankan syariat Islam bahwasannya ia sudah ikut menjalankan Pancasila dengan baik dan sempurna.

Para Ormas Islam disini dan daerah lainnya, kami akan adakan rapat akbar yang kemudian rencananya Minggu depan akan ada gerakan mendukung pembebasan Ust. Abu Bakar Ba’asyir di wilayah Jawa Barat. (Elwan)