Menko Luhut Pimpin Rapat Percepatan Normalisasi Pasca Gempa

0
288
Gili Trawangan NTB.- Menko Maritim Luhut B.Pandjaitan pimpin rapat Percepatan Normalisasi Kegiatan Pariwisata Pasca-Bencana Gempa Lombok yang dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi dan aparat pemerintah pusat serta daerah yang terlibat dalam pemulihan pasca-gempa, Minggu (16/9).

Menko Luhut mengatakan ia tidak mengira bahwa jumlah wisatawan ke Pulau Gili Trawangan tidak terlalu terpengaruh oleh bencana gempa yang baru terjadi beberapa waktu lalu.
“Saya tidak bayangkan pulau ini bisa menarik turis sebesar itu, jumlah wisatawan perharinya saat ini 1,500 orang. Sekarang kita harus bergerak, membangun kembali daerah ini. Gempa ini membuat kita menyadari apa kekurangan kita di sini dan bagaimana memperbaikinya.  Dengan kejadian ini kita sadari sistem sampah di pulau ini tidak bagus dan kita  harus perbaiki,” ujar Menko Luhut.
Menko Luhut mengatakan pemerintah akan mengusahakan untuk mendatangkan incinerator berkapasitas 10 ton per hari ke Gili Trawangan agar sampah di pulau Gili Trawangan ini bisa diolah dan dimanfaatkan untuk pulau tersebut.
“Kita sudah punya pengalaman mengelola yang seperti ini di Labuan Bajo, di Banjarmasin dan beberapa daerah lain. Dari penanganan di Kali Citarum, kita bisa upayakan masyarakat bekerja sama mengelola ini, tentunya kami akan membantu membuat mekanismenya,” kata Menko Luhut sambil meminta Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar untuk membantu mengkoordinasikan kegiatan tersebut agar semua bisa berjalan terpadu, tidak sendiri-sendiri.
Menko Luhut mengatakan ia sangat terkesan dengan keindahan Gili Trawangan, tanpa kendaraan bermotor hanya sepeda dan andhong yang diperbolehkan beroperasi.
“Menurut saya yang seperti ini harus  dipelihara, dijaga kebersihannya. Sampah andhong tidak boleh dibuang sembarangan. Dengan demikian wisatawan akan semakin tertarik untuk datang,” ujarnya.
Menko Luhut juga mengatakan bahwa pemerintah juga akan membangun jetty baru untuk mengakomodasi kebutuhan para wisatawan.
“Saya sudah bicara dengan Menteri (Menhub) Budi Karya agar secepatnya pada bulan November jetty sudah bisa dimulai pembangunannya. Kemudian aspal, kami akan bicarakan dengan Menteri PUPR untuk membangun jalan aspal,” kata Menko Luhut.
Namun demikian, Menko Luhut juga mengingatkan agar kedatangan para turis dijaga, agar tidak terlalu sesak nantinya. Dalam pembangunan kembali, Menko Luhut mengatakan kualitas bangunan harus lebih baik agar tidak mudah rusak.
Dalam rapat tersebut terungkap pemerintah harus lebih memberi perhatian lebih kepada wilayah Rinjani dan Senaru. Wilayah pendakian ini mengalami kerusakan pada track-nya dan sebagian besar hotel belum beroperasi.
Menko Luhut meminta TNI dan Zeni-nya untuk melakukan assesment di wilayah itu. Rinjani adalah Geopark yang sudah diakui UNESCO. (Red)