Menghalangi Reuni 212, GPI dan FSI Siap Hadapi

0
363

Inapos, Jakarta.- Menjelang kegiatan akbar reuni 212, Gerakan Pemuda Islam (GPI) dan Forum Syuhada Indonesia (FSI) mendukung akan kegiatan tersebut. Kedua ormas Islam yang tak pernah absen dalam berbagai kegiatan keumatan sejak bergulirnya kasus penistaan agama yang dilakukan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta yaitu Basuki Tjahaja Purnama atau lebih dikenal Ahok.

Ketua Umum FSI, Ust. Hasri Harahap mengatakan, Kantor Pusat FSI juga GPI di Jalan Menteng Raya 58, Jakarta, nanti akan menjadi posko transit bagi siapapun para peserta aksi dari luar kota Jakarta.

Sementara itu, Panglima FSI, Diko Nugraha menegaskan, “bahwa acara reuni 212 dipastikan bebas dari unsur politik. Ini adalah silaturahmi umat Islam di Indonesia. Satu tujuannya, dengan semangat tauhid, dengan semangat giroh Islam, dan semangat giroh bangsa dan negara, ukhuwah islamiyah, dan ukhuwah wa’toniyah, ‘Tauhid Yes, Politik No’, di situlah kita sebagai umat Islam untuk melaksanakan ukhuwah tersebut,” ucap Diko saat konferensi pers yang bertajuk ‘Memperkuat Ukhuwah Islamiah, Dalam Bingkai NKRI’, Kamis (29/11/18).

Kami disini hanya ingin merekatkan tali ukhuwah kita sebagai saudara sebangsa dan seiman. Tanpa tendensi politik. Saya tegaskan, tanpa tendensi politik. Apalagi, tendensi calon presiden, ia juga pertegas kalaupun ada pihak yang mencoba untuk menghalangi reuni 212 maka akan berhadapan dengan umat Islam.

Sementara itu Zulham Arif, Wakil Ketua Gerakan Pemuda Islam (GPI) mengatakan, Reuni 212 merupakan bagian dari catatan sejarah bangsa, sekaligus gerakan mempertegas jati diri umat Islam Indonesa. “Seperti ajaran Islam, bersilaturahmi itu dianjurkan. Kami menyimak mengamati menganalisa, bagaiamana pergerakan umat Islam akhir-akhir ini. Jadi kami berharap acara ini menjadi konsolidasi umat Islam dapat bertukar pikiran sekaligus bersilaturahmi,” tegasnya.

Zulham juga berharap, bahwa apa yang menjadi kegiatan reuni ini tidak dicederai oleh kepentingan sesaat. Karena sebentar lagi memasuki tahun politik dan tidak menjadi duri dalam daging acara silaturahmi ini.

“Jadi, kalau nanti ada oknum, atau pribadi yang menunjukkan simbol politik. itu bukanlah bagian dari kami. Kami FSI dan GPI menegaskan tidak mendukung Capres siapapun, dan berafiliasi dengan Partai manapun. Ini hanya silaturahmi dan diajarkan oleh Rasulullah,” pungkasnya. (Elwan)