Menang Pemilu, Pemilu Tidak Menjadi Jaminan di Pilkada

0
351

KOTA SUKABUMI РWarga Kota Sukabumi saat ini sudah dapat mengetahui hasil dari perolehan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Sukabumi tahun 2018, meski belum ditetapkan secara sah oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi, akan tetapi sudah dapat dipastikan terdapat pemenang dalam perhelatan hajat lima tahunan tersebut.

Demikian dikatakan salah seorang pengamat politik, Brenjon saat di temui dikediamannya Kamis (28/6), menurut pandangannya perolehan suara di Pilkada Kota Sukabumi tahun 2018 jelas ini sangat mengejutkan berbagai pihak, pasalnya Pasangan Calon (Paslon) Fahmi – Andri (Faham) sebelum memang sudah sangat diperhitungkan namun banyak pihak tidak menjagokannya.

“Faham memang diperhitungkan tapi tidak dijagokan karena banyak penilaian pendapat miring terhadap paslon Faham, namun kondisi secara real justru malah sebaliknya,” katanya.

Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Kota Sukabumi ini menjelaskan, secara dukungan Partai Politik (Parpol) Faham hanya diusung oleh dua parpol yakni Partai PKS dan Demokrat dengan dukungan kursi di DPRD Kota Sukabumi sebanyak 7 kursi, sementara lawan politiknya seperti Paslon Jona – Hanafie diusung oleh parpol raksasa yakni Partai Golkar, PDIP dan PKB yang jumlah kursi di DPRD nya itu sebanyak 13 kursi tidak mampu untuk keluar menjadi pemenang pilkada.

“Artinya jumlah perolehan suara di Pemilu dan menghasilkan jumlah kursi di DPRD yang signifikan tidak kemudian menjadi jaminan menang dalam mendompleng suara di kancah pilkada, ini harus menjadi pembelajaran dan jelas harus di evaluasi juga oleh semua peserta pemilu dan pilkada,” jelasnya.

Seharusnya menurut pria yang juga berlatar belakang senimana tersebut, parpol peserta pemilu jika memaintens atau merawat dan mengelola jumlah suara pada saat pemilu beberapa waktu lalu itu dengan benar maka yang terjadi kemudian di pilkada tidak mustahil bisa mendapat suara yang signifikan sama halnya pada saat pemilu sebelumnya.

“Jadi suara pemilu tidak bisa dipastikan utuh pada saat pilkada bila tidak di menej dengan benar, sepertinya banyak suara yang lari dari minat pemilih sehingga terjadinya kemenangan atau kekalahan, jelas ini sangat harus diperbaiki,” ujarnya.

Sekedar informasi, Paslon Mulyono – Ima (Mulia) mendapat usungan dari Partai Nasdem, PPP dan PAN dengan jumlah kursi DPRD sebanyak 7 kursi, selain itu Paslon Dedi – Hikmat Nuristwan diusung oleh Partai Gerindra dan Hanura dengan jumlah kursi sebanyak 8 kursi DPRD. “Intinya adalah, perolehan suara parpol pada pemilu tidak bisa menjadi jaminan mutlak di perhelatan pilkada, akan tetapi selain figur dan ketokohan calon dan jaringan relawan yang bekerja maksimal, maka itu yang dipastikan akan mendapatkan hasil yang maksimal dan keluar menjadi pemenang,” pungkasnya.(Eko Arif)