Memenuhi Kuota, Bawaslu Tetapkan Syarat Khusus

0
346

KOTA SUKABUMI.- Meski telah diperpanjang batas waktu pendaftaran calon petugas PTPS (Pengawas Tempat Pemungutan Suara) oleh Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kota Sukabumi, alhasil, peserta PTPS yang akan bertugas di 1060 TPS (Tempat Pemungutan Suara) tersebut masih tetap minim.

Salah seorang komisioner Bawaslu Kota Sukabumi, M Aminudin mengatakan, upaya dalam memperpanjang waktu pendaftaran calon petugas PTPS tersebut sudah dilakukan namun hasilnya tetap saja sama.

“Seharusnya penutupan pendaftaran PTPS itu 21 Febuari kemarin, karna jumlah peserta masih kurang, akhirnya kami memperpanjang waktu sampai 24 febuari (Hari ini) namun hasilnya tetap sama,” katanya.

Ia menyebutkan, hingga hari ini, jumlah masyarakat yang mendaftarkan diri menjadi petugas PTPS baru sekitar kurang lebih 800 orang, artinya Bawaslu masih memerlukan sekitar 206 pendaftar lagi jika di kali satu TPS 1 orang pengawas, seharusnya satu TPS itu diawasi oleh 2 orang pengawas.

“Jumlah petugas PTPS merujuk pada Undang-Undang (UU) Pemilu dimana syrat dan ketentuan koutanya dijelaskan bahwa satu TPS harus diawasi petugas PTSP sebanyak 2 orang,” ujarnya.

Menurutnya, kendala guna memenuhi jumlah kuota petugas PTPS yang terjadi dilapangan adalah karena syarat pendidikan yangĀ  ditetapkan Bawaslu untuk dapat menjadi petugas PTPS itu ialah lulusan SMA dan masyarakat masih manim serta apatis untuk menjadi bagian dari penyelenggara pemilu.

“Sebetulnya banyak yang ingin mendaftar sebagai petugas PTPS, namun terkendala oleh Ijazah SMA serta minat masyarakat masih kurang,”ungkap Amin saat dihubungi selulernya Minggu (24/2/19).

Meski belum penuhi kuota, Bawaslu Kota Sukabumi tetap memberlakukan syarat sesuai pedoman umum yang berlaku bagi setiap pendaftar yang ingin diterima. Ketentuan khusus baru diberlakukan jika kuota tidak terpenuhi hingga berakhirnya tambahan waktu pendaftaran.

“Kalau tidak mencukupi jumlah minimal, ada ketentuan khusus untuk menjadi PTPS sesuai pedoman dari Bawaslu RI,” pungkasnya. (Eko Arief)