Memayu Keraton Kanoman Cirebon

Memayu Keraton Kanoman Cirebon
KOTA CIREBON.- Memayu adalah bagian dari rangkaian ritual prosesi Panjang Jimat (Muludan) di Keraton
Kanoman Cirebon yang dilakukan setiap satu tahun sekali tepatnya pada setiap 25 Par-Lu-Ji (Safar) yang mengacu pada kalender Aboge Keraton.

Memayu artinya meng ayu-ayu atau mempercantik (memperindah dan membersihkan) seluruh lingkungan keraton Kanoman Cirebon.
Tujuan dari dilakukanya ritual ini adalah untuk membersihkan segala kotoran baik lahir maupun batin guna menyambut Pelal Ageng (malam Panjang Jimat) sebagai malam kelahiran Gusti Kanjeng Rosulullah Muhammad SAW.
Ritual Memayu tidak hanya pembersihan lingkungan keraton saja melainkan dibarengi lantunan doa, tahlil, tahmid, solawat dan tawasul yang diperuntukan untuk leluhur para wali dan raja-raja Keraton Kanoman Cirebon. Prosesi Ritual Memayu diawali pada bangunan Lumpang Alu dan di beberapa titik bangunan yang ada di lingkungan Keraton Kanoman Cirebon.
Dalam prosesi ritual di Lumpang Alu tersebut, mula-mula mengganti atap (welit) bangunan tersebut yang dilakukan oleh rombongan abdi dalem dari beberapa desa antara lain : Desa Pegagan Lor Kapetakan dan desa Panunggul Gegesik Cirebon, kemudian dilanjutkan dengan doa tawasul dilengkapi dengan sajian aneka makanan yang terdiri dari nasi tumpeng dengan aneka lauk pauk seperti ikan, telor, bekakak ayam dan buah-buahan sebagai pelengkapnya.
Acara ritual ini dikomandoi oleh Sultan Raja Muhammad Emirudin (Sultan Kanoman XII) atau Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran (Patih Kesultanan Kanoman), Sementara pembacaan dalam setiap doa dipimpin oleh Pangeran Muhammad Rohim (Pangeran Komisi) dengan diikuti para family keraton, abdi dalem dan masyarakat sekitar yang ikut antusias dalam acara ritual Memayu tersebut.
Setelah selesai di Lumpang Alu, kemudian dilanjutkan di beberapa titik bangunan seperti Bangsal Sekaten, Pangrawit, Prabayaksa, Witana, Pulantara, Bangsal Ukiran, Kedaton, Gedong Pusaka dan terahir di Langgar Alit Keraton Kanoman Cirebon sebagai pamungkas dari ritual doa Memayu tersebut.
Cirebon, 05 November 2018
Ratu Raja Arimbi Nurtina, ST., M. Hum
Juru Bicara Kesultanan Kanoman


Komentar Anda?