Memasuki Masa Mandatory Sertifikasi Halal, IHW Surati Ketua DMI

0
366

Inapos, Jakarta.- Sehubungan dengan akan memasuki masa Mandatory Sertifikasi Halal. Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch (IHW) Dr. H. Ikhsan Abdullah dalam suratnya, pihaknya meminta Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk menghimbau kepada seluruh pengurus masjid turut mensosialisasikan sertifikasi halal.

Sertifikasi itu akan dimulai pada tanggal 17 Oktober 2019 sebagaimana ketentuan Pasal 67 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). “Hal ini disampaikan dalam rangka melindungi kepentingan umat Islam agar mendapatkan jaminan untuk memperoleh produk halal berupa makanan, minuman, obat-obatan, komestika dan barang gunaan yang telah memiliki sertifikat halal,” kata Ikhsan dalam pesan elektroniknya, Minggu (05/05/19).

Karenanya, IHW mengharapkan Ketua DMI, M Jusuf Kalla agar berkenan menyerukan kepada semua pengurus dewan masjid agar dapat menyampaikan seruan ini kepada para pengurus dan takmir masjid, ulama, kyai, da’i, ustadz dan ustadzah, serta mubaligh.

“Untuk memasukan dan mendakwahkan pentingnya memilih, mengkonsumsi dan menggunakan produk halal berupa makanan, minuman, obat-Obatan, komestika dan barang gunaan yang telah memiliki sertifikat halal setiap ceramahnya,” pungkasnya.

Kedua, bahwa makanan, minuman, obat-obatan, komestika dan barang gunaan yang dimaksud pada, poin satu di atas adalah yang telah memiliki sertifikat halal dengan logo halal dari LPPOM MUI.

“Ketiga, apabila terpaksa, harus berbuka di luar, umat Islam dianjurkan untuk menghindari berbuka puasa di restoran yang tidak memiliki sertifikasi halal (karena tidak dijamin kehalalanya),” ujarnya.

“Serta tidak membeli makanan, minuman, obat-obatan, kosmetika dan barang gunaan yang tidak memiliki Sertifikat Halal terutama produk yang berasal dari luar negeri yang pada saat ini membanjiri mall dan supermarket dan pasar tradisional. (Elwan)