Melanggar Prokes, PW GPI Jakarta Raya Desak Gubernur Copot Dirut Ancol

0
109

Jakarta.- Kunjungan wisatawan ke Pantai Ancol, Jakarta pada Jumat (14/5/2021), membeludak, mencapai kisaran 39.000-an pengunjung.

Pagi ini, Ancol pun menjadi trending topic di Twitter. Kerumunan wisatawan di Ancol dikhawatirkan bakal memicu terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19.

Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Islam (PW GPI) DKI Jakarta mendesak Anies Baswedan untuk segera mencopot Direktur Utama Taman Impian Jaya Ancol yaitu Teuku Sahir Syahali sekaligus menetapkannya sebagai tersangka.

Kepolisian bersama tim satgas Covid-19 juga harus melakukan pemeriksaan atas kerumunan tersebut, apabila terbukti Dirut Teuku Sahir dapat menjadi tersangka karena menimbulkan kerumunan dan tidak mampu menerapkan protokol kesehatan.

Menurutnya, “apa yang terjadi di Sungai Gangga, India. Kemungkinan akan terjadi di Ancol, selain kerumunan masyarakat yang datang juga tidak mematuhi protokol kesehatan sebagaimana yang telah diatur oleh pemerintah,” ungkap Rahmat melalui pesannya, Sabtu (15/5/2021).

Rahmat berpendapat, seharusnya hal tersebut tidak terjadi karena kita sudah 2 tahun dilanda pandemi Covid-19 bahkan sudah banyak beberapa tempat wilayah dikenakan sanksi atas peristiwa tersebut.

Anehnya, tempat pemakaman umum (TPU) ditutup. Namun tempat wisata dibuka lebar, hal ini merupakan kesengajaan demi keuntungan finansial. Dirut Taman Impian Jaya Ancol harus bertanggungjawab,” tegasnya.

Tak hanya itu, sambung Ketua PW GPI DKI, masyarakat yang usai mengunjungi Ancol pada saat itu. Kami melihat tidak adanya aturan yang memepertegas untuk dilakukannya tes swab saat berkunjung ataupun ketika pulang melainkan hanya pengecekan suhu tubuh.

Seperti Wakil Ketua DPRD Tegal Wasmad Edi Susilo menjadi tersangka pelanggaran protokol kesehatan berdasarkan UU Kekarantinaan Kesehatan setelah menggelar konser dangdut saat pandemi, pada September 2020.

Lalu ada Waterboom Lippo Cikarang hingga General Managernya dijadikan tersangka karena melanggar protokol kesehatan, pada awal Januari 2021.