Mau Kerja Di PT GSI Sukabumi Cukup Dengan Tarif 4 – 11 Juta Saja

0
1931

KABUPATEN SUKABUMI – Perwajahan perburuan dunia kerja yang terjadi di Kota dan Kabupaten Sukabumi saat ini terkesan menakutkan. Disaat para pencari kerja semangat untuk memperjuangkan nasibnya dengan ingin bekerja agar bisa menghidupi pribadinya dan keluarganya, yang terjadi kemudian malah menjadi prihatin. Pasalnya dunia kerja saat ini selalu di identikan dengan uang pelicin agar bisa masuk dan diterima di perusahaan tersebut.

Peri (25) warga asal Jeruk Nyelap Lembursitu Kota Sukabumi mengaku kesal dengan oknum HRD di salah satu perusahaan ternama di Kabupaten Sukabumi. “Bagaimana tidak kesal kang, untuk bisa bekerja di PT GSI itu saya harus memiliki uang sebesar 11 juta rupiah, baru saya diterima di pabrik sepatu tersebut,” sesalnya.

Memang tawaran yang dijanjikan adalah status karyawan, hanya persoalannya adalah apakah regulasi uang pelicin tersebut dapat dibenarkan. “Saya ga tau aturan kang, tapi logika saya mengatakan, masa iya kita melamar kerja harus dengan cara memberikan pelicin yang nilainya tidak sedikit,” ujarnya.

Pernyataan Peri tersebut dibenarkan oleh salah seorang karyawan PT. GSI berinisial EN, ia mengatakan dirinya bisa bekerja di perusahaan tersebut juga harus mempergunakan uang pelicin. “Saya pun bekerja disini memberikan uang pelicin sebesar 2 juta rupiah dan setelah itu saya diterima bekerja sebagai operator di pabrik ini, ” katanya.

Ia yang mengaku sudah bekerja lebih dari dua tahun tersebut itu mengungkapkan, informasi saat ini jika ada calon pekerja baru, maka hal yang sama juga masih diberlakukan. “Malah kang, akhir akhir ini atau sepanjang tahun ini, yang saya dengar jika ada pelamar baru maka dia harus memberikan uang pelicin sebesar 4 juta,” ungkap wanita berusia (37) tahun tersebut.

Ia menegaskan, ada kualifikasi harga atau uang pelicin yang harus diberikan terhadap oknum HRD PT. GSI diantaranya adalah jika pelamar berjenis kelamin laki – laki maka dia harus memberikan uang pelicin sebesar 11 juta dan jika dia wanita maka dia harus memberikan uang pelicin sebesar 4 juta rupiah. “Itu yang terjadi di perusahaan karna uang tersebut diberikan terhadap oknum HRD, tekhnis penyampaian uang tersebut setelah pelamar menandatangani istilah KPK baru uang tersebut diserahkan terhadap oknum HRD,” urainya.

Hingga pemberitaan ini terpublikasikan, inapos.com belum berhasil mengkonfirmasi terkait dengan pernyataan tersebut baik terhadap pihak PT. GSI atau Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi dikarenakan para pihak yang berkopeten untuk memberikan pernyataan tidak berada ditempat.(Eko)


Komentar Anda?