Matinya Suara Rakyat, Pemilu 2019 Paling Brutal

0
287

INAPOS, JAKARTA – Suasana menunggu hasil akhir penghitungan suara Pilpres dan Pileg 2019 maaih terus panas. Kantor Bawaslu RI di seputaran Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat pun terasa panas karena dikepung ratusan massa.
Dari pantauan media, ratusan massa yang didominasi oleh ‘Emak-emak’ menggelar aksi di depan kantor Bawaslu, Rabu (24/4/2019).

Tampak beberapa spanduk dan poster dibawa massa diantaranya ‘Aksi Melawan Pemilu Curang’, ‘Bawaslu Jangan Curang dan ‘Demokrasi Itu Suara Rakyat’ hingga keranda mayat bertuliskan ‘Innalillahi, Matinya Suara Rakyat Pemilu 2019 Paling Brutal’.

Massa hari ini terdiri dari Gerakan Masyarakat Mengemban Amanat Rakyat (Gempar), Gerakan Penyelamat Daulat Rakyat, dan Komando Barisan Rakyat Lawan Pemilu Curang (Kobarkan Perang) dan pasukan emak-emak.

Orator aksi, Bang Jali Pitung meminta agar Bawaslu menjadi wasit yang adil dalam Pemilu 2019.

“Aksi ini bukan masalah capres 01 atau 02 tapi kami berjuang untuk menyelamatkan bangsa dari brutalnya pemilihan umum ini,” tegasnya.

Sementara aktivis senior Jumhur Hidayat menuturkan bahwa hajat Pemilu 2019 adalah hajat rakyat KPU dan Bawaslu adalah penyelenggara saja.

“Kami menyuarakan suara rakyat dan bersama para alumni Universitas Negeri se-Indonesia sedang berusaha keras dalam memantau dan kawal Pemilu 2019 mari kita tolak pemilu ulang,” kata Jumhur.

“Ini Pemilu yang paling brutal dan curang dengan sistematis dan masif, kita menolak pemilu ulang,” ucapnya.

“Indonesia adalah negara hukum. Sehingga, Bawaslu adalah lembaga terakhir yang akan menindak apabila ada kecurangan dalam Pemilu 2019,” tandasnya.

Saat berita ini disampaikan aksi demo di depan kantor Bawaslu masih berjalan dengan tertib dan lancar. (Red)


Komentar Anda?