Masih Sedikitnya Sekolah Ramah Anak, Pemkab Lakukan Advokasi

0
238

KABUPATEN CIREBON.- Dunia Pendidikan Kabupaten Cirebon diguncang dengan kasus kekerasan pada siswa SMP Gebang yang dilakukan dilingkungan pendidikan oleh oknum tenaga pengajar hingga mengalami patah tulang dan harus dilarikan ke RSUD Waled untuk menjalani tindakan operasi.

Masih rendahnya prosentase dilingkungan dunia pendidikan yang belum menerapkan program Sekolah ramah anak di wilayah timur Kabupaten Cirebon mendorong beberapa Dinas terkait melakukan Advokasi pada Sekolah dan Pesantren untuk melindungi anak anak didiknya.

Ditemui sesuai acara Advokasi Sekolah/Pesantren Ramah Anak yang digelar di Pendopo Kecamatan Lemahabang, Raehan mengatakan acara Advokasi ramah anak yang ditujukan pada dunia pendidikan di ikuti oleh Sekolah dan Pesantren dari 8 Kecamatan yang ada di wilayah timur Kabupaten Cirebon.

“Kami berharap dengan adanya Advokasi pada Sekolah dan Pesantren yang ada di Kabupaten Cirebon khusus di 8 Kecamatan yang tadi mengikuti acara Advokasi bisa mengaplikasikan program sekolah ramah anak,” jelas Raehan Kepala UPTD P5A Kecamatan Lemahabang kepada inapos.com.

Lebih lanjut, menurutnya dari sekian banyak sekolah yang ada di Kecamatan Lemahabang baru ada satu Sekolah yang telah mengaplikasikan program sekolah ramah anak, padahal disini ada SMA dan SMK serta SD

“Baru ada satu sekolah ramah anak di Kecamatan Lemahabang yaitu SMP Negeri 1 Lemahabang yang sudah mengaplikasikan sekolah ramah anak demi melindungi anak anak didiknya, sisanya masih sangat banyak belum mengaplikasikan sekolah ramah anak,” ungkapnya.

Masih menurut Raehan, Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak sedang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon, agar anak anak mendapatkan perlindungan di lingkungan Sekolah, Puskesmas dan lainnya.

“Undang-undangnya jelas yaitu UU No. 35 tahun 2014 jadi anak anak seperti siswa mendapatkan perlindungan di lingkungan sekolah yang ditunggu oleh lingkungan sekolah,” ujarnya.

Raehan berharap mudah mudahan kedepan baik itu di Sekolah dan Pesantren serta di Desa bisa menjadi lingkungan ramah anak, agar Kabupaten Cirebon menjadi Kabupaten ramah anak.

“Kabupaten Cirebon sedang menuju Kabupaten ramah anak jadi harus ada sinergi dari atas hingga bawah,” pungkasnya.

(yon/inapos)


Komentar Anda?