Mantan Kades Pembaharuan Terancam 20 Tahun Penjara, Ini Penyebabnya.

0
40

Inapos.com, BELTIM – Mantan Kepala Desa Pembaharuan Kecamatan Kelapa Kampit Kabupaten Belitung Timur (Beltim) periode tahun 2012-2018 terancam 20 tahun pidana penjara. Pria berinisial SU (40) ini, diduga melakukan tindak pidana korupsi Rp.306 juta.

Kepala Kejaksaan Negeri Belitung Timur Abdur Kadir SH MH, melalui Kasi Pidsus Andi Sitepu SH MH menjelaskan, bahwa pada Senin (22/2) lalu, telah dilaksanakan kegiatan tahap kedua atau pelimpahan tersangka dan barang bukti perkara dugaan Tipikor dalam pengelolaan APBDesa Pembaharuan Kecamatan Kelapa Kampit Kabupaten Belitung Timur TA 2017.

“Atas nama terdakwa SU alias AN. yang diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Beltim Andi Sitepu, Selasa (23/2).

Terdakwa, kata dia diduga telah menyalahgunakan pengelolaan keuangan desa, yang berpotensi merugikan keuangan negara sebesar lebih kurang Rp 306 juta berdasarkan Audit Investigasi Inspektorat Daerah Kabupaten Belitung Timur.

“Terhadap terdakwa dilakukan penahanan oleh Jaksa Penuntut Umum selama 20 hari kedepan, dengan cara dititipkan di Rutan Polres Belitung Timur sampai dengan perkara dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pangkal Pinang,” jelas dia.

SU Diduga Korupsi APBDes TA 2017

SU diduga melakukan korupsi dalam hal APBDes. APBDes itu ada 4 kegiatan. Yaitu pemberdayaan masyarakat desa, pembangunan, bidang pemerintahan, dan bidang pemberdayaan.

“Dia di-APBDes nya, bukan hanya satu Item. Ada yang kurang volume, kemudian ada juga yang memang ada beberapa yang fiktif, ada beras Raskin. Itu di APBDes itu ada beberapa kegiatan. Yang fisik saja ada 7 kegiatan fisik yang dilaksanakan. Dia volumenya kurang, termasuk pembelian ATK. Jadi APBDes 2017 itu yang kita proses,” pungkas Andi.

“Saat ini beliau ditahan di Polres sebagai titipan tahanan Kejaksaan. Kenapa ditahan di Polres, karena kita menunggu pelimpahan. Setelah itu, nanti ada penetapan Hakim. Baru kita pindahkan ke Rutan Tuatunu. Ancaman hukumannya, kalau yang pasal 2 itu maksimal 20 tahun penjara, kalau pasal 3 maksimal 4 tahun penjara,” imbuhnya

Andi menambahkan, terkait ada atau tidaknya tersangka lain, tergantung fakta persidangan nanti. fakta persidangan nanti yang akan menentuka apakah mungkin masih ada tersangka lain.

“Apakah dia mutlak sendiri, nanti kita lihat dulu kita tidak bisa berasumsi, nanti sesuai fakta apakah dia sendiri atau ada kawannya yang ikut menikmati di situ. Tapi kita lihat dulu fakta persidangannya, setelah itu baru kita lihat apakah kemungkinan bakal ada penambahan tersangka baru,” tandasnya.

(REDAKSI BABEL)