Makanan Basi Beredar di POPDA Malut 2018

0
228

TERNATE, – Sejumlah Wasit dan Juri Cabang Olahraga (Cabor) pencak silat pada Pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) ke IX Maluku Utara (Malut), kecewa dengan Pelayanan Panitia POPDA. Dengan segala kebutahan Konsumsi dan tranportasi yang menjadi tanggungjawab panitia dinilai memprihatinkan.

“Kami Wasit dan juri hanya melaksanakan kegiatan, semua tahapan menjadi tanggung jawab panitia, kami semua dari wasit juri merasa pelayanan kurang maksimal terutama dari sisi makan dan transportasi,” kata salah satu juri pencak Silat Ridwan Badila kepada Wartawan Sabtu (05/05/2018). Di Hotel Corner

Lanjut Ridwan, Makanan yang diberikan panitia terkadang tidak layak dikonsumsi karena terindikasi sudah busuk, bahkan Samapi ada yang dakit

“Ada yang gatal-gatal sampai ada teman juri kita mengalami alergi, makanan sudah tidak steril kemudian terlambat pula, tidak sesuai dengan waktu makan,” Unagkap Ridwan

Ridwan Menambahkan transportasi dari tempat menginap dewan juri ke lapangan pertandingan yang disediakan panitia juga sering terlambat, sehingga bertampak pada waktu bertanding yang telah di jadwalkan.

“Akhirnya ketika kita mau bertugas, kita harus menunggu kendaraan jemput, bahkan pernah kita ke lapangan pertandingan menggunakan angkot. Kami sudah sampaikan ke Panitia, harusnya kendaraan yang melayani wasit dan juri itu stay di tempat, sehingga waktu bertanding tidak molor” Kesalnya

Ridwan juga menambahkan, penyebab banyaknya jadwal pertandingan yang molor dan masih banyak partai yang belum bertanding, sehingga menambah waktu bertanding diluar dari jadwal yang telah ditetapkan.

“Waktu pertandingan kita pres, seperti malam jumat kemarin tidak ada jadwal main, tapi kita paksakan harus main, bahkan ada yang bertanding sampai jam 02.00 dini Hari” katanya

Ridwan berharap, Pihak Panitia POPDA IX Malut,  mengevaluasi akan hal ini agar POPDA kedepan tidak terjadi lagi.

“Semenjak saya mengikuti POPDA ke VII, VIII dan IX di Ternate ini tidak ada yang berubah, selalu saja bermasalah dengan konsumsi dan pelayanan transportasi, ini harus dievaluasi” Tutupnya (min)


Komentar Anda?