Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar. Foto: Dok/nr

JAKARTA.- Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar menilai adanya kasus 116 mahasiswa IPB dan beberapa kampus lain yang terjerat kasus Peminjaman Online (Pinjol) memberikan peringatan bagi mahasiswa untuk lebih meningkatkan literasi finansial.

Karena itu, Pimpinan DPR Bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) menyayangkan kasus tersebut menimpa kaum terdidik yang ada di lingkungan perguruan tinggi.

Ia menyatakan aparat kepolisian perlu segera mengusutnya sebab ada indikasi penipuan di dalamnya.

“Ya kemarin saya baru dengar kabar ini, memang cukup disayangkan karena kasus pinjol ini terjadi di lingkungan kampus, di lingkungan kaum terdidik. Tapi indikasi penipuannya juga ada, dan ini perlu diusut tuntas aparat,” kata politisi yang akrab disapa Gus Muhaimin ini melalui keterangan resmi Rabu, (16/11/22).

Menurut Gus Muhaimin, literasi finansial mutlak diperlukan bagi mahasiswa agar mereka tak mudah terpengaruh iming-iming Pinjol, baik berkedok investasi maupun lainnya.

“Saya tekankan mahasiswa harus lebih meningkatkan lagi literasi finansial. Karena ini adalah fondasi buat mereka agar melek finansial sekaligus jadi tameng mereka dari penipuan-penipuan,” tutur Anggota Komisi I DPR RI tersebut.

Legislator Dapil Jawa Timur VIII itu menambahkan, literasi finansial bukan hanya dipraktekkan saat di bangku kuliah, namun harus dilakukan seumur hidup. Ditambahkannya, semakin muda seseorang memiliki literasi finansial maka kehidupannya akan semakin sejahtera karena pengelolaan keuangannya sudah mumpuni.

“Itulah mengapa mahasiswa sebaiknya membekali diri dengan literasi finansial. Paling tidak bisa untuk membentengi diri mereka sendiri, syukur-syukur bisa diajarkan juga ke masyarakat awam. Jadi, kalau mahasiswa saja terjerat tipu muslihat pinjaman online, gimana dengan orang-orang awam? Pastinya lebih banyak lagi yang tertipu. Karena itu sekali lagi saya menekankan mumpung masih muda ayo tingkatkan literasi finansial,” pungkasnya. (Nal)