Mahasiswa Akan Menghadang Pelantikan Rektor UMJ

0
506

Inapos, Jakarta.- Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yang belum lama ini gencar melakukan pembangunan kampus untuk meningkatkan fasilitas proses perkuliahan sepatutnya harus di apresiasi. Tapi sayangnya, kondisi yang terjadi malah berbalik arah yang harusnya terserap dengan baik malah berujung memperkaya diri sendiri dengan memanipulasi anggaran.

Untuk kesekian kalinya ratusan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Menteng Raya No. 62, Jakarta Pusat, Kamis (24/01/19). Kedatangan mereka sebagai bentuk kepedulian atas hasil keputusan PP Muhammadiyah terkait pemilihan rektor.

Mujiono selaku orator aksi mengatakan, melihat persoalan yang terjadi di kampus Muhammadiyah Jakarta begitu rumit sehingga memakan waktu yang lama terhitung sudah 2 bulan dari November hingga sekarang. Entah apa yang menjadi pertimbangannya sehingga Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengambil kebijakan untuk kembali dilantiknya Bapak Saiful Bahri sebagai rektor selama beberapa tahun kedepan.

“Hal inilah yang kemudian menjadi pertanyaan besar kawan-kawan mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Jakarta, seolah-olah Pimpinan Pusat Muhammadiyah ikut merawat perampok di amal usahanya yang sudah berdiri sekian lama. Padahal sama-sama kita ketahui bahwa Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang melakukan dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Tetapi pada nyatanya tidak mengimplementasikan dakwah Muhammadiyah yang selama ini menjadi taglinenya,” kata Mujiono saat diwawancarai.

Lebih lanjut sang orator menyatakan berdasarkan kegelisahan dan kerancuan hasil keputusan yang diambil oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah maka kami dari Aliansi Mahasiswa dan Alumni Universitas Muhammadiyah Jakarta, menyatakan sikap sebagai berikut :

1. Meminta transparansi hasil audit investigasi yang dilakukan LPPK beberapa bulan lalu.

2. Meminta kejelasan pertimbangan seperti apa yang digunakan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan mengangkat kembali Pak Saiful Bahri sebagai rektor terpilih.

3. Mempertanyakan integritas Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam mengurus Universitas Muhammadiyah Jakarta.

4. Meminta sikap tegas kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah agar mengambil langkah berani dengan tidak melantik Saiful Bahri sebagai rektor.

5. Meminta PP Muhammadiyah melakukan peninjauan kembali terhadap keputusan yang telah diambil.

Ia juga menegaskan, saat pelantikan kami bersama kawan-kawan mahasiswa akan tetap melakukan aksi di UMJ. “Kami juga tidak mengetahui apakah nanti akan ada kericuhan atau tidak, tapi yang jelas mahasiswa nanti akan menyatakan bentuk kekecewaannya dengan aksi yang lebih besar,” tegasnya. (Elwan)