Jakarta.- Penduduk dunia yang beragama Islam murka ke Presiden Prancis Emmanuel Macron. Diketahui, ummat Islam marah kepada Emmanuel Macron lantaran pernyatannya dinilai menghina agama Islam.

Bahkan sampai menghina Nabi Muhammad SAW. Sebelumnya, Macron mengatakan tak akan melarang pencetakan karikatur Nabi Muhammad SAW, yang sempat menimbulkan kontroversi, Kamis (22/10) lalu.

Parahnya, Macron mengatakan itu merupakan bagian dari kebebasan dalam berekspresi. Menanggapi hal tersebut, Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI) mengecam keras atas kalimat yang terlontar oleh orang nomor satu di Prancis.

Ketum PP GPI, Diko Nugraha mengatakan bahwa penghinaan dan pelecehan terhadap agama Islam artinya Macron sama saja melecehkan agama yang dianutnya.

“Ketika Macron mengatakan itu, saya menilai itu adalah upaya politis Macron guna menutupi kebobrokannya, sehingga Islam dijadikannya sebagai kambing hitam. Sedangkan kasus kekerasan terhadap guru disana, itu merupakan indikasi bahwa memang Macron dan Prancis tidak selesai soal kesetaraan dan kebijakan Sara disana,” tukas Diko di Markas PP GPI, Menteng, Jakarta, Jumat (30/10/2020) malam.

Berikutnya adalah Macron secara ekonomi Prancis hari ini jatuh, disusul popularitasnya didepan publik juga telah jatuh. Dengan melecehkan Islam adalah misi Macron pribadi secara politis dan itu kekejian yang sangat buruk.

“Saya sebagai Ketum GPI mendesak agar Kedutaan Prancis yang berada di Indonesia untuk segera meminta maaf ke seluruh masyarakat muslim dunia, khususnya Indonesia,” tukasnya.

Selain itu, Diko juga meminta Presiden Jokowi harusnya turut berempati terhadap kasus yang terjadi di Prancis. Sebagai kepala negara yang memiliki martabat serta memiliki kehormatan tertinggi, sepatutnya bersuara.

Ini bukan hanya soal isu Sara atau keislaman, melainkan peristiwa itu adalah tentang kesetaraan perdamaian dunia. “Harusnya Jokowi ikut andil dalam persoalan ini, dimana Jokowi juga Islam. Terlebih Indonesia 90% masyarakatnya beragama Islam,” tegas Ketum PP GPI.

Dirinya juga memberikan penegasan kembali, apabila Jokowi sebagai Presiden Indonesia tak memiliki tenggang rasa atas kekecewaan umat muslim sedunia. “Artinya Jokowi memiliki rasa yang sama seperti Macron, dan itu akan kami sikapi dengan melakukan konsolidasi kepada ormas-ormas Islam dan lainnya untuk melakukan gerakan empati Internasional untuk Islam. Sebab ini sudah merusak kedamaian dunia,” tutup Diko. (El)