M.Khozim : Pol PP dan Kepolisian Diminta Tegas Pelanggar Perda

0
308

INAPOS, KABUPATEN CIREBON,– Adanya peternakan ayam potong yang terletak Di Desa Wargabinangun Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon diduga tidak berizin, pasalnya Bambang pihak pemilik yang berasal dari Desa Prakasa angin Wetan Kecamatan Kaliwedi terkesan menghindar saat dikonfirmasi sekira pukul jam 10:00 Wib Minggu 21/07/19 oleh beberapa awak media.

Saat di Hubungi melalui (21/0719)
telpon selulernya, Bambang mengagendakan pertemuan untuk dikonfirmasi oleh beberapa awak media di hari minggu pukul 10:00 Wib, namun saat awak media mencoba menghubungi dan menyambangi Bambang pada hari yang diagendakan olehnya, Bambang terkesan menghindar dari awak media.

Saat disambangi di Rumahnya, Bambang tidak berada ditempat bahkan dikabarkan bahwa Bambang memilik usaha lain selain usaha peternakan ayam potong yang mencapai ribuan ayam dalam sekali panen, adapun usaha selain peternakan ayam potong ternyata Bambang mengaku membuka praktek layaknya Dokter yang sebagian mana menangani pasien.

Kabar yang berhembus dimasyarakat ternyata bukanlah hosip atau isapan jempol belaka terkait usaha Bambang yang memiliki usaha tersebut, salah satu pengakuan karyawan toko obatnya membenarkan bahwa Bambang juga melakukan Praktek untuk menerima pasien.

Selain pengakuan karyawan yang di toko obatnya, ternyata diakui juga oleh karyawan yang tengah bekerja mengurus peternakan ayam potongnya, bahwasanya Bambang membuka Praktek serta memiliki usaha peternakan ayam potong yang besar.

Selang beberapa jam dari yang diagendakan Bambang, sekira pukul 20:00 Wib Bambang meminta kepada rekannya yang menjadi wartawan untuk mempertemukan dengan beberapa awak media yang ingin mengkonfirmasi perijinan usahanya, namun dari hasil pertemuan tersebut Bambang tidak bisa membuktikan apakah yang dipertanyakan oleh beberapa awak media terkait perijinan usahanya.

Saat di hubungi melalui WhatsApp Kadis Pertanian (Kadistan) H. Ali memaparkan, ”Perizinan dikeluarkan oleh dinas perizinan, setelah ada rekomendasi teknis dari dinas pertanian mas”, tuturnya.

Ditambahkan oleh Sekretarian Dinas Pertanian H. Wasman menuturkan, “silahkan dicek atau Konsultasi dulu ke Bidang Keswan di Dinas Pertanian yang ditangani oleh Kabid ternak pak nugroho mas”, terangnya melalu telpon selulernya.

Ditempat terpisah, Iwan Kabid Penegakan Perda Satuan Polisi Pamong Praja mengatakan, silahkan buat laporan agar kami menindaklanjuti laporan tersebut untuk mengakan aturan yang berlaku, kami akan kroscek perijinannya, apabila terbukti perijinan tidak dilengkapi, maka sesuai aturan harus dibongkar, tegasnya.

Hal tersebut direspon oleh M. Kozim yang dikenal sebagai Masyarakat Pemerhati angkat bicara, “Kalau ada pengusaha yang tidak bisa melengkapi perijinannya namun masih membandel, nanti kita Laporkan ke Satpol PP agar menindaklanjuti dan apabila terbukti tidak memiliki perijinan saya harap kepada Satpol PP segera membongkar semua kandang ayam potong yang bersifat komersial tanpa ijin yang dilengkapinya”, tandasnya.

“Selain Satpol PP kami juga berharap kepada Kepolisian Polres Sumber khususnya Unit Tipidter dapat melakukan Lidik atau menindaklanjuti Laporan warga terkait Dugaan perijinan yang tidak dilengkapi oleh pelaku usaha agribisnis diberikan efek jera sesuai perundang-undangan yang berlaku”, tegasnya.

Ditambahkannya harapan oleh M. Kozim Masyarakat Pemerhati, ” Pemkab Cirebon, Khususnya Satpol-PP & Kepolisian dimohon tindak tegas pelanggar Perda bagi oknum pengusaha yang tidak memenuhi perijinan”, imbuhnya. (Hadiyanto)