Lutfi Yondri Bantah Pernyataan Kesultanan Selacau

0
367

INAPOS, JAKARTA,- Munculnya kerajaan-kerajaan baru, membuat geger dan bahkan isu-isu besar seperti hilang. Banyak pihak mulai merasa dirugikan oleh fenomena ini, tak terkecuali dr.Lutfi Yondri arkeolog dari Balai Purbakala Bandung.

Nama beliau disebut-sebut mengetahui latar belakang Kesultanan Selacau yang berada di Kabupaten Tasikmalaya tersebut.

Melalui pesan whatsappnya, Rabu (22/1/2020) pagi. Lutfi membenarkan pesan rilis yang diterima redaksi terkait pernyataan pimpinan Kesultanan Selacau di salah satu stasiun tv swasta.

Berikut kutipan pesan rilis yang beredar dan merupakan bantahan Lutfi terhadap pernyataan Rohidin selaku pimpinan Kesultanan Selacau.

“Terkait..berita tadi sore..yang berkali kali menyebut nama saya ..terkait adanya fenomena kerajaan baru akhir2 ini..dengan ini saya memberikan klarifikasi..
Saya betul sudah meninjau ke lapàngan atas undangan mereka beberapa tahun yang lalu (saya lupa tanggal dan bulannya..jauh sebelum saya menempuh pendidikan S3)..setelah saya lihat langsung batu batu yang mereka sebut prasasti itu..satupun tidak ada tulisannya..sehingga tidak bisa disebut prasasti..begitu juga dengan sisa pelarutan gamping di dalam gua yang lokasinya tidak jauh dari situ yang mereka sebut sebagai peta yang menggambarkan luasnya wilayah kekuasaan Selacau..katanya menguasai hampir 2/3 belahan dunia. Saat itu juga disampaikan ke saya bahwa kerajaan itu selain sangat besar juga sudah dilengkapi dengan susunan menteri yang lengkap..masa kerajaan itu mereka sebutkan jauh lebih tua dari sejarah Manonjaya..dan gambar keratonnya mereka sebutkan seperti yg tertera di uang kertas 2,5 Rupiah..kalau ngga salah ingat ..waktu itu juga diceritakan..kerajaan itu hanya berumur kurang dari 50 tahun..kata mereka kerajaan itu hancur karena di bombardir oleh Belanda..
Demikian klarifikasi saya..

Ttd..
Lutfi Yondri.

Berdasarkan dari rilis tersebut, jelas menyatakan bahwa ahli arkeolog yang mengungkap fakta Makam Subang Larang di Kabupaten Subang sesungguhnya ini, tidak membenarkan atau mendukung keabsahan Kesultanan Selacau. (Cep’s)