LTSP-PMI Disnakertrans Kabupaten Karawang, Akhirnya di Resmikan

0
430

KARAWANG -Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, secara resmi menggelar Launching Layanan Terpadu Satu Pintu Pekerja Migran Indonesia (LTSP-PMI), dilingkungan kantor Disnakertrans Karawang, Rabu (14/2).

Bupati Karawang beserta unsur Muspida, Kepala Disnaker dan perwakilan BNP2TKI
Bupati Karawang beserta unsur Muspida, Kepala Disnaker dan perwakilan BNP2TKI

Kepala Disnakertrans Kabupaten Karawang, Ahmad Suroto dalam sambutannya mengatakan, keberadaan LTSP merupakan peningkatan kualitas pelayanan bagi calon PMI, dan dinilai Efisien dan efektip.

“LTSP ini, merupakan peningkatan kualitas pelayanan bagi mereka yang hendak menjadi PMI, agar tidak ribet harus mondar-mandir kesana kemari untuk mengurusi persyaratan menjadi PMI, sangat Efektive dan efisien,” katanya.

Dijelaskannya lagi,dalam proses pelayanannya,LTSP bukan hanya dari petugas Disnakertrans, melainkan banyak instansi terkait yang terlibat. Seperti, Dinas Kesehatan, Dinas kependudukan, Kepolisian, Imigrasi dan lainnya.

“Adapun,pelayanan yang terdapat di LTSP diantaranya, pelayanan pembuatan paspor, pelayanan kesehatan, layanan Kepolisian, pelayanan Disdukcatpil, pelayanan BNP2TKI, terkait pembekalan Akhir pemberangkatan. Menyangkut BPJS Ketenagakerjaan, pra dan pasca pemberangkatan juga dilengkapi oleh Bank Jabar untuk menunjang transaksi yang akan digunakan oleh pihak Pekerja Migran Indonesia,dan juga Layanan Kantor pos,untuk melayanani antar barang maupun lainnya yang dikirim PMI kepada keluarganya, atas dasar tersebut,LTSP ini sangat membutuhkan kerjasama dari pihak terkait,” Jelasnya.

Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana saat menggunting pita tanda mulai beroperasinya Layanan Terpadu Satu Pintu Pekerja Migran Indonesia (LTSP-PMI), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang.
Bupati Karawang saat menggunting pita mulai beroperasinya LTSP-PMI, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang.

Pada tahun 2017, ungkap suroto menjelaskan kembali tentang data Penempatan PMI, tercatat 3206 orang Pekerja Migran Indonesia asal Kabupaten Karawang. Sementara PMI yang bermasalah berkisar 43 orang. Paling akhir kasus yang menimpa Sarah binti Ratim, yang difasilitasi oleh Pemkab Karawang dalam pemulangannya ke Karawang.

“Tahun lalu (2017-red) 3206 orang Karawang yang menjadi PMI ke berbagai negara luar, sementara data PMI yang bermasalah, yang diketahui selama tahun 2017 sekitar 43 orang, dengan berbagai kasus. Dengan adanya LTSP, memudahkan calon PMI untuk bekerja diluar negeri, hingga meminimalisir PMI Ilegal,” Tukasnya.

Bupati beri pengarahan di depan Pekerja Migran

Hadir untuk meresmikan Launching LTSP Tersebut, Bupati Karawang. Cellica Nurrachadiana. Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengungkapkan daerah Pantura adalah penyuplai Pekerja Migran terbanyak se Indonesia, salah satu diantaranya Kabupaten Karawang, pihaknya juga berjanji akan intens kepada perlindungan PMI, salah satu diantaranya dengan menganggarkan dana untuk PMI yang bermasalah.

Bupati Karawang menerima penghargaan

“Pekerja Migran Indonesia paling banyak berasal dari daerah Pantura, diantaranya adalah Kabupaten Karawang. Atas hal tersebut, tugas kami saat ini memperbaiki pelayanan terhadap calon PMI, dan memberikan perlindungan kepada PMI asal Karawang. Kedepan, kami menganggarkan untuk PMI asal Karawang yang bermasalah dari APBD, ” pungkasnya. (Red/Adv)


Komentar Anda?