Lelang Aset Bangunan Gedung Rawat Inap RSD Gunung Jati Disinyalir Ada Permainan

0
152

KOTA CIREBON.- Rencana renovasi dua gedung ruang rawat inap Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Cirebon yang sudah tidak layak manuai polemik.

Pasalnya sebelum direnovasi, gedung tersebut harus dilakukan pembongkaran terlebih dahulu. Namun, material hasil pembongkaran tersebut yang menjadi aset daerah dalam hal harga taksir disinyalir ada permainan harga yang akan dijadikan kas daerah.

Sementara, pembongkaran dua ruang rawat inap tersebut dilakukan oleh pihak ketiga atau pemborong, yang sebelumnya mengajukan harga penilaian dua bangunan tersebut.

Namun, ada keanehan yang dilakukan pihak Badan Keuangan Daerah Kota Cirebon melalui bidang bangunan aset daerah. Pasalnya, harga taksiran dua bangunan tersebut senilai Rp. 50 Juta, sementara pihak Badan Keuangan Daerah,  justru memberikan harga taksir Rp. 25 juta yang di berikan ke salah satu pemborong.

“Ini aneh, saya taksir harga dua bangunan itu lebih dari Rp. 50 juta, tapi kenapa yang dikasih untuk melakukan pembongkaran yang nawar Rp. 25 juta dan dikasih,” tutur Randi salah satu pemborong yang ikut menawar harga ke pihak Badan Keuangan Daerah kepada inapos.com Rabu (15/7/20).

Pihaknya tidak mengerti alasan pihak Badan Keuangan Daerah,  justru memberikan pengerjaan pembongkaran tersebut ke penawar yang nilainya kecil. Sehingga uang yang masuk ke kas negara juga ikut kecil.

“Saya berani nawar Rp. 50 juta, kalau dikasih berarti uang yang masuk ke kas daerah besar. Kok ini yang nawar Rp. 25 juta yang dikasih kerjaannya,” terangnya.

Terpisah, Kabid Aset Daerah Badan Keuangan Daerah, Kota Cirebon, Lolok mengakui dua ruangan mawar dan anyeilr akan di bongkar lalu di bangun kembali.

“Insya Allah, Kamis (16/7/2020) sesuai Surat Perintah Kerja (SPK) ruangan tersebut akan dilaksanakan pembongkaran dengan nilai  ekonomis Rp.25 juta dan uangnya masuk ke Kas daerah.

“Pembongkaran tersebut dilakukan oleh tim dari yang akan membangun dua ruangan tersebut tujuannya demi keamanan karena disekitar bagunan ada instalasi gas,” katanya.

“Sesuai SPK nama yang akan membongkar nanti  adalah saudara Selamet,” pungkasnya. (Kris)