LAKIN : Usut Tuntas Hancurnya Proyek BBWSCimanCis di Cilengkrang

0
98

KABUPATEN CIREBON,- Proyek Pembangunan Tanggul Banjir & Pelindung Tebing dari Balai Besar Wilayah Cimanuk Cisanggarung (BBWSCimanCis) tahun anggaran 2017 senilai Rp.4.322.039.000,- di Desa Cilengkrang Kecamatan Paseleman Kabupaten Cirebon baru selesai dikerjakan, kini kontruksi bangunan terlihat rusak.

Kontruksi pisik Tanggul Banjir & Pelindung Tebing baru selesai pekerjaan proyeknya yang umurnya belum satu tahun terlihat mengalami kerusakan, kata Direktur Eksekutif Lembaga Kajian & Investigasi Nusantara (LAKIN), Cecep Supradin kepada media ini kemarin.

Menurutnya salah satu penyebab Tanggul Banjir & Pelindung Tebing rusak lebih awal diduga kurang dalam penanaman tihang pancang paku bumi. Juga tidak ada pemasang batu bronjong sebagai landasan pekerjaan, maka akibatnya tanah menjadi ambles.

Proyek Pembangunan Tanggul Banjir & Pelindung Tebing Tahun Anggaran 2017 senilai Rp.4.322.039.000,- di Desa Cilengkrang Kecamatan Paseleman Kabupaten Cirebon , kini kontruksi bangunan terlihat rusak di duga akibat dalam pelaksanaannya tidak sesuai rencana anggaran biaya ( RAB), paparnya.

Hal tersebut berdasarkan dari melihat acuan gambar pekerjaan konstruksi bangunan tanggul banjir dan pelindung tebing yang di kerjakan oleh kontraktor pelaksana PT.MJ Cirebon dan diduga akibat lemahnya pengawasan dari BBSCimanCis, terangnya.

Melihat faktual kondisi hasil pekerjaan kontaktor PT.MJ tersebut, maka dampaknya dapat merugikan keuangan negara dan masyarakat pengguna manfaat akan terkena imbasnya saat musim hujan menjadi bencana banjir, tandasnya.

Selain itu, pelaksanaan kegiatan Proyek Pembangunan Tanggul Banjir & Pelindung Tebing Tahun Anggaran 2017 senilai Rp.4.322.039.000,- di Desa Cilengkrang Kecamatan Paseleman Kabupaten Cirebon belum disosialisasikan kepada masyarakat setempat, ungkapnya.

Dari hasil kajian Tim LAKIN, pihaknya melaporkan ke Kejaksaan Negeri Sumber adanya dugaan korupsi dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan tanggul banjir & pelindung tebing senilai Rp.4.322.039.000,- dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2017, tegasnya.

Diharapkan pihak Kejaksaan Negeri Sumber segera menindaklanjuti Laporan Dugaan Korupsi tersebut berdasarkan Undang-undang RI Tahun 1999 tentang Penyelengara Negara Yang Bersih, Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, pintanya.

“Kami bentuk tim investigasi, kemudian melakukan pendalaman semata-mata membantu aparat penegak hukum, serta diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara. Sehingga pada gilirannya dapat membuat efek jera bagi para pelaku tindakan pidana korupsi,” pungkasnya (Had/Teja)


Komentar Anda?