Kyai NU Dianiaya Seseorang Yang Di Duga Gila

0
467
KENDAL.- Penganiayaan terhadap Kyai terjadi lagi, kali ini menimpa H. Ahmad Zaenuri warga Dukuh Krajan, Rt. 04 Rw. 01 Desa Truko Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal.

Korban dianiaya oleh pelaku dengan cara dibacok dengan menggunakan senjata tajam. Akibatnya korban mengalami luka yang cukup parah.
Adapun kronologi peristiwa tersebut bearawal saat korban yang baru turun dari mobilnya tiba – tiba di serang dengan sabetan parang. Pelaku yg posisinya berada d sebrang jalan langsung berlari kearah korban dengan membawa parangnya dan membacok korban, atas kejadian ini kemudian warga beramai-ramai menolong korban dan menghakimi pelaku sebelum diamankan oleh pihak polisi.
Sedangkan pelaku penganiayaan tersebut bernama Suyatno Bin Alm Sapi’i alias Bogel (35) warga Rt 01 Rw. 01 Desa Johorejo Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal.
Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar, SH, MH membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Sekitar pukul 16.15 Wib korban bersama dengan saksi 1 (Istri korban) hendak keluar rumah dengan menggunakan mobil Pick UP Nopol AA 1681 SW, kemudian Pelaku tiba – tiba menyerang korban menggunakan senjata tajam (Golok) dan melukai kepala Korban, kemudian istri korban berteriak-teriak untk minta bantuan,  sehingga korban keluar dari rumah dengan beberapa luka terkena sabetan benda tajam (golok) di bagian lengan dan tangan, kemudian beberapa warga datang membantu dan behasil menangkap Pelaku dan pelaku smpat dihabisi massa,” ungkapnya.
Kedua korban saat ini telah di bawa ke RSI Weleri untuk mendapatkan perawatan.
Aris menambahkan, Korban mengalami luka pada bagian jidat, tangan dan kaki sobek terkena benda tajam. Sedangkan kedua korban saat ini telah di bawa ke RSI Weleri untuk mendapatkan perawatan.
“Sedang pelaku juga mengalami luka pada bagian tangan mengalami patah dan lengan sobek terkena benda tajam,” imbuh Aris.
Dalam peristiwa ini, Motif pelaku belum diketahui, Polisi sampai saat ini masih mendalami kasus tersebut.
Terpisah, Kakak pelaku mengatakan, adiknya mengalami gangguan jiwa karena ditinggal pergi oleh istrinya, dan selama ini belum pernah diperiksakn ke RSJ Semarang, pungkasnya. (Red).