KWH Lakukan Aksi Ke Polres

0
439

Dianiaya Karena Pemberitaan Tambang Pasir

 

INAPOS, Babel- Terkait pengeroyokan terhadap salah satu Wartawan Harian di Belitung, beberapa wartawan harian yang tergabung dalam Komunitas Wartawan Harian (KWH) Belitung Timur melakukan Aksi Solidaritas atas kejadian tersebut ke Mapolres Belitung Timur (Beltim).

 

Aksi yang digelar pada rabu (27/9) kemarin, dipimpin langsung oleh Ketua KWH Beltim, Muchlis Ilham dan diikuti oleh seluruh anggota komunitas wartawan harian Beltim.

 

Sebelumnya, diketahui salah satu Wartawan Harian Pos Belitung, Disa Aryadi telah dianiaya oleh beberapa oknum LSM Belitung, ia dikeroyok atas pemberitaan yang dimuatnya dimedia. Atas kejadian tersebut, 2 pelaku diantara 4 pelaku tersebut telah diamankan di Polsek Tanjung Pandan Belitung.

 

Terkait kejadian tersebutlah membuat seluruh wartawan geram, akhirnya Komunitas Wartawan Harian Beltim melakukan aksi solidaritas ke Mapolres Beltim dengan membentangkan tulisan-tulisan yang berisi penegakan hukum dan solidaritas, agar adanya perhatian terhadap kekerasan yang menimpa wartawan Belitung.

 

Mereka (KWH,red) yang terdiri dari 6 orang terdiri dari berbagai wartawan media di Beltim dengan membawa seruan tulisan yang berbeda-beda.

 

Ketua Komunitas Wartawan Harian, Muchlis Ilham dengan nada prihatin menyampaikan kekecewaannya atas apa yang menimpa wartawan tersebut.

 

“Kami dari komunitas wartawan harian yang bertugas di Belitung Timur prihatin dengan apa yang menimpa saudara kami sesama jurnalis saudara Disa Aryandi, tentunya kami berharap kejadian seperti yang terjadi pada Disa Aryandi tidak terjadi pada wartawan-wartawan ataupun jurnalis yang lain.” Imbuh Muchlis usai melakukan aksi, rabu (27/9).

 

Muchlis yang merupakan Wartawan Belitong Ekpress yang bertugas di wilayah Belitung Timur tersebut juga menyebutkan jika sebenarnya memang diharapkan kepada awak media mengangkat berita secara benar serta mengangkat kebebasan Pers. “Karena bagaimanapun ini adalah kebebasan pers dan pers wajib mengangkat memberitakan memunculkan pemberitaan akan sesuai fakta dan bukti yang ada dilapangan.” Pungkas Muchlis.

 

Ditambahkannya, agar kejadian tersebut tidak terulang kembali. “Kami berharap mudah-mudahan kedepan tidak lagi menjadi persoalan buruk yang terus terjadi terhadap kebebasan pers.” Tambah Muchlis. (Imron.L/Dny)