Rabu, Juni 19, 2024

Kuwu Guwa Lor Diduga Tipu Warga

Date:

Share post:

KABUPATEN CIREBON- Khaerul Anam (24), putra dari Saepudin warga Bungko yang diduga telah ditipu terkait lowongan kerja di RSUD Gunungjati.

Kepada Inapos, Khaerul menunjukan bukti kwitansi penyerahaan uang Rp.60 juta kepada Maksudi kuwu Guwa Lor guna masuk kerja di RSUD Gunungjati.

Kekesalan dan rasa kecewa tampak diraut wajah Saepudin(45) dan Khaerul Anam yang merupakan warga Blok II RT 05 RW 02 Desa Bungko Kidul Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat.

Khaerul menceritakan kronologis sampai ditipu oleh Maksudi kuwu(kepala desa) Guwa Lor Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon.

Diceritakan oleh Saepudin,awal mula dirinya bertemu dengan Maksudi yakni dirumah Muklas warga Bungko Lor yang merupakan paman Saepudin.

Saat itu Maksudi mengaku bisa memasukan seseorang untuk bekerja di RSUD Gunungjati dengan iming-iming gaji besar walapun hanya sebagai tenaga kerja tidak tetap(PTT).

Namun untuk bisa bekerja di RSUD Gunungjati ternyata tidak gratis Maksudi saat itu meminta uang sebesar Rp.60 juta kepada Saepudin yang konon katanya untuk biaya kepengurusan agar bisa diterima bekerja di RSUD Gunungjati.

‘’Tiga hari setelah saya bertemu dengan Maksudi akhirnya saya menyerahkan uang sebesar Rp.60 juta,namun yang menerima uang dari saya tidak langsung Maksudinya melainkan melalui kaki tangan Maksudi.

Yakni Basari dan Hasan yang disaksikan oleh Bodong sopir angkot warga Kalideres,saya percaya sama Maksudi karena dia seorang kuwu dan saya ingin membahagiakan anak saya agar bisa bekerja di RSUD Gunungjati sehingga saya percaya dan yakin Maksudi bisa memasukan anak saya bekerja dirumah sakit tersebut.

“Dan saat itu Maksudi mengatakan setelah saya menyerahkan uang sebesar Rp.60 juta paling lambat empat bulan anak saya akan langsung dapat panggilan kerja,namun nyatanya sudah habis tahun 2017 anak saya tidak pernah ada panggilan kerja”, Ungkap Saepudin dengan nada kesal campur kecewa saat ditemui dirumahnya sabtu(13/1/2018).

Dikatakan oleh Saepudin,saat dirinya menyerahkan uang kepada kaki tangan Maksudi yakni sekitar bulan Maret 2017 dan penyerahan uangnya terjadi dirumah Muklas pamanya Saepudin.

‘’Saya dan anak saya sudah berulang kali menagih janji kepada Maksudi terkait janjinya yang bisa memasukan anak saya bekerja di RSUD Gunungjati sebagai perawat. Namun setiap ditanyakan Maksudi selalu berkelit dan memberi alasan bermacam-macam,sampai akhirnya Maksudi membuat surat pernyataan diatas materai pada bulan November yang akan mengembalikan uang saya sebesar Rp.60 juta pada akhir Desember 2017. Namun kenyataanya sampai memasuki bulan Januari 2018 janji Maksudi yang akan mengembalikan uang saya tidak pernah terbukti alias bohong. Saya hanya meminta Maksudi segera mengembalikan uang saya sebab jika tidak maka akan saya laporkan kepihak berwajib”, tandas Saepudin.

Ditempat terpisah, Maksudi kuwu Guwa Lor saat ditemui dirumahnya sabtu(13/1/2018) membantah jika dirinya menawarkan atau mengaku bisa memasukan seseorang bekerja di RSUD Gunungjati kepada Saepudin.

Menurut Maksudi ia hanya bisa membantu agar seseorang bisa bekerja di RSUD Gunungjati,meski demikian Maksudi mengaku telah menerima uang sebesar Rp.60 juta dari Saepudin.

‘’Kalau saya bisa memasukan orang-orang untuk bekerja di RSUD Gunungjati mungkin sudah saya umumkan kepada semua orang tapikan saya ga.Saya hanya bisa membantu kebetulan saya pernah memasukan saudara saya kerja dipuskesmas,dan memang saya menerima uang dari Saepudin tapi saya tidak menerima secara langsung dari dia tapi melalui orang dekat dari Saepudin sendiri, sebab selama ini saya tidak pernah bertemu langsung dengan Saepudin”, elak Maksudi.

Ketika ditanya apakah uang yang telah diterima oleh Maksudi dari Saepudin sebesar Rp.60 juta ada kemungkinan disetorkan lagi kepada orang lain atau kepada oknum pegawai RSUD Gunungjati sebab Maksudi sendiri menjanjikan kepada anaknya Saepudin jika dirinya bisa memasukan bekerja di RSUD Gunungjati. Maksudi tidak mau menjawab,dia hanya mengatakan biar lah uang yang telah diterimanya tersebut larinya kemana itu sudah menjadi rahasianya sendiri dan cukup dia yang tahu.

‘’Biarlah itu menjadi rahasia saya pak,yang penting saya sekarang sedang berusaha agar uang Saepudin bisa saya kembalikan. Dan saya sedang mengajukan pinjaman ke Bank namun sampai saat ini belum juga cair,dan kendala utama Khaerul Anam anak dari Saepudin tidak cepat bekerja sebab saat itu sedang masa transisi pergantian Direktur RSUD Gunungjati.Dan saya minta kepada bapak-bapak agar permasalahan ini tidak diberitakan sebab saya kuwu dan juga publik figour masyarakat.Ujar Maksudi.(Inka)

spot_img

Related articles

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polda Metro Jaya Gelar Olahraga Bersama Forkopimda

JAKARTA.- Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto, S.I.K. pimpin Upacara Pembukaan rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara Ke-78 Tahun 2024...

Pertamina RU VI Balongan Tebar 132 Hewan Kurban, Bantu Masyarakat Sekitar Merayakan Iduladha

BALONGAN.- Dalam rangka merayakan Idul Adha 1445 H, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI Balongan kembali...

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Uang Palsu Rp 22 Miliar di Jakarta Barat

JAKARTA.- Polda Metro Jaya berhasil mengungkap sindikat pengedar uang palsu dengan barang bukti senilai Rp 22 miliar di...

Rutan Cirebon Rayakan Iduladha 1445 H dengan Berbagai Kegiatan dan Pembagian Daging Kurban

KOTA CIREBON.- Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cirebon melaksanakan perayaan Idul Adha 1445 H pada 10 Zulhijah...