Kronologi Kecelakaan dan Perkembangan Pencarian Black Box Sriwijaya Air SJ 182

0
167

CIREBON.- Kabar duka datang dari d unia penerbangan Indonesia. Pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan nomor penerbangan SJ 182 hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14:40 WIB. Kronologi singkat jatuhnya pesawat Boeing 737-500 Sriwijaya Air SJ 182 yang dipiloti oleh Kapten Afwan, mantan penerbang di TNI Angkatan Udara itu hilang kontak 4 menit setelah lepas landas. Pesawat tersebut membawa total 62 orang yang terdiri dari 12 Kru, 40 penumpang dewasa, tujuh penumpang anak-anak, dan tiga bayi. Informasi awal Pukul 17:24 pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak diatas kepulauan seribu dan pesawat mengalami penurunan ketinggian yang sangat drastis.

Menurut AirnavRadarBox, pesawat mengalami penurunan ketinggian yang cepat selama fase pendakian dari 10.900 kaki menjadi 7.650 kaki pada pukul 14:40 WIB. Flightradar24 melaporkan bahwa empat menit setelah lepas landas, pesawat turun 10 ribu kaki dalam waktu satu menit. Kontak terakhirnya dengan pemandu lalu lintas udara adalah pada pukul 14:40 WIB, pesawat dilaporkan menukik ke Laut Jawa.
Terkait keterlambatan pesawat SJ 182 tidak ada hubungannya dengan kondisi pesawat, tetapi karena faktor cuaca.
“kondisi pesawat dalam keadaan baik,” kata Direktur Utama Sriwijaya Air, Jefferson Jauwena.
Sampai saat ini penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 belum diketahui karena Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan pihak terkait masih menyelidiki peristiwa tersebut.
Perkembangan investigasi sampai saat ini sudah banyak ditemukan korban dan puing-puing pesawat termasuk Flight Data Recorder (FDR) milik pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang diperkirakan jatuh di sekitar perairan pulau Laki dan pulau Lancang Kepulauan Seribu, sekitar pukul 14:39 Wib, Sabtu (9/1). FDR itu ditemukan pada Selasa (12/1) lalu.
Panglima Komando I TNI AL Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid mengatakan, FDR tersebut ditemukan oleh tujuh orang penyelam yang tergabung dalam tim dari Dislambair Kopaska TNI AL.
“FDR ditemukan Dislamb Kopaska TNI AL, dimana yang menemukan saat itu tim yang turun ada tujuh orang dan yang menemukan barang itu adalah KLK Rohman. Tujuh penyelam itu KLK Rohman, Kopda Ulul, Kopda Miftah, Kopda Dedi, KLK Hamzah, KLK Rohadi dan Kopda Agus,” kata Rasyid kepada wartawan, Rabu (13/1).
Flight Data Recorder ini dapat menjadi bukti pertama apa yang sebenarnya terjadi di pesawat sebelum terjadinya kecelakaan dan pencarian Cockpit Voice Recorder (CVR) masih terus dilakukan untuk mendapatkan jawaban penyebab terjadinya kecelakaan ini agar tidak semakin banyak muncul spekulasi-spekulasi yang belum jelas faktanya.
“Cockpit Voice Recorder perlu dicari,” ungkap Panglima TNI di JICT Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1).
Terlepas dari insiden dan accident yang terjadi di indonesia dalam hal ini kecelakaan pesawat udara pasti menimbulkan pengaruh besar pada penurunan antusias sementara masyarakat untuk menggunakan moda transportasi udara, tetapi faktanya adalah bahwa moda transportasi udara merupakan moda transportasi teraman di dunia dengan tingkat kecelakaan dan korban jiwa yang rendah.
“Angka kecelakaan pesawat menurun tajam setiap dekade,” berdasarkan data yang diperoleh dari Aviation Safety Network.
Sekadar diketahui, pesawat Sriwijaya Air berjenis B737-500 memiliki Certificate of Airworthiness (AOC) yang secara resmi diterbitkan oleh Kementrian Perhubungan (Kemenhub) dengan masa berlaku hingga 17 Desember 2021. Oleh sebab itu, Kemenhub memastikan jika pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dinyatakan dalam kondisi prima dan laik terbang. (hendra/*)

Biodata Penulis

Nama : Hendrawansyah
Nim : 180210017

Adalah mahasiswa Program Studi D3 Kehumasan Transportasi Udara Universitas Muhammadiyah Cirebon semester 5.