Inapos.com Pangkalpinang – Cepat tanggap oleh kantor Sahbandar Otoritas Pelabuhan ( KSOP ) kelas IV Pangkalbalam melalui Satuan Keamanan Penjagaan Laut Dan Pantai (KPLP) dalam melaksanakan operasi rutin memberikan terugaran peringatan serta himbauan kepada pengurus PIP sebanyak 22 unit untuk tidak bekerja di alur Pelayaran dan labuh sekitaran perairan Pasirpadi Sampur dan Tanjung Bunga provinsi

kepulauan bangka belitung, keradaan sejumlah Ponton tersebut sangat mengganggu keselamatan pelayaran dan kenyamanan olah gerak berpotensi terjadinya tubrukan kapal serta pendangkalan sisa hasil produksi, ucap kapt Wahyudi Nakhoda KN Damaru P.214 pada  9/9/2022

Kapt Wahyudi menyampaikan bahwa kami sebelumnnya sudah melakukan koordinasi dengan intansi terkait dan melakukan pemantauan aktifitas yang dilakukan, hingga kita bersama untuk memastikan titik koordinat lokasi PIP : 02°7’24.80″S- 106°12’52.90″ hingga menjumpai pekerja diatas Ponton menyampaikan kepada Roni selaku pengurus operasional PIP untuk diteruskan kepada rekan lainnya saat sedang melakukan kegiatan penambangan agar menghentikan kegiatan diareal alur pelayaran mengingat wilayah ini merupakan alur perlintasan kapal dan labuh, kapt wahyudi memberikan edukasi  bisa dilihat keadaan saat ini di sekitaran PIP dilalui kapal dan jika terjadi tubrukan siapa yang bertanggung jawab, dan sampaikan juga kepada penanggung jawab kegiatan untuk saling menjaga fasilitas alur pelayaran serta keselamatan pekerja. Ditegaskan jika penanggung kegiatan ini bersedia untuk menanggung segala akibat yang terjadi silahkan buat pernyataan dan jika kurang jelas penyampain kami silahkan datang ke kantor sahbandar setempat, juga di sampaikan dalam bekerja jaga keselamatan gunakan alat keselamatan diri dan ingat ” anak dan Istri menunggu dirumah dengan Selamat ”

Pada kesempataan yang sama Roni mengakui bahwa PIP dan pekerjaan  penambangan ini bos AT yang punya  dan baru berjalan 2 mingguan lebih lokasi kerjapun pindah pindah kata Roni kami pun yang bekerja disini menyadari pada sekitaran PIP sering kali dilalui oleh Kapal dengan jarak cukup dekat, tapi kami hanya pekerja, selanjutnya untuk berikan kami waktu karena alat kerja ada kendala jepit dibawah dan kami berjanji akan bergeser dari lokasi ini, ujar roni sesambil minta maaf.(Monti)