KPK Harus Bernyali Periksa Ganjar Pranowo

0
218

Inapos, Jakarta.- Arif dari Lembaga Kajian Suropati Syndicate (SS) dalam siaran Persnya mengatakan bahwa setelah melalui pemeriksaan Dokter RSCM dan Tim dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang menyimpulkan, bahwa tersangka Setya Novanto tidak perlu lagi dirawat inap maka KPK langsung Menahan Setya Novanto di Rutan KPK Kuningan Pada Senin dini hari 21 November 2017.

Langkah KPK ini mendapat apresiasi dari Pengamat Hukum & HAM Suropati Syndicate Abdul Haji Talaohu, “Langkah KPK dengan langsung menahan Setya Novanto sudah sangat tepat karena demi kepentingan penyidikan dan undang-undang membenarkan hal itu,” kata Abdul, Selasa (21/11/17).

Kami berharap Penahanan selama 20 hari kedepan bisa membantu Penyidik KPK dalam upaya menemukan fakta-fakta dan mengumpulkan keterangan-keterangan dari Pak Setnov sehingga kasus ini semakin terang benderang.

“Karena publik telah menduga, kasus Mega Korupsi e-KTP ini melibatkan sejumlah Politisi yang sedang duduk di Senayan maupun yang telah menjadi Kepala Daerah di beberapa Provinsi,” tegasnya.

Jangan sampai KPK hanya berhenti di Setya Novanto saja. Karena masih ada beberapa pelaku lain yang diduga terlibat seperti yang diungkapkan oleh Nazarudin dalam Persidangan, bahwa Nazar melihat Ganjar Pranowo menerima uang proyek pengadaan e-KTP senilai US$ 500. Setiap keterangan Nazar hampir semua terbukti jika kita amati selama ini.

Untuk itu, tambah Abdul, “KPK harus segera memanggil dan memeriksa Ganjar Pranowo. Hal ini juga untuk mematahkan kecurigaan sebagian orang bahwa KPK bekerja by order (pesanan) yang hanya menyasar politisi Golkar,” tukasnya.

Karena kita harus memastikan bahwa Pemberantasan korupsi oleh KPK untuk menyelamatkan keuangan dan perekonomian bangsa, bukan untuk menyelamatkan kepentingan politik tertentu. (Elwan)


Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here