Kota Bogor, Harus Menjadi Pusaka Bersama

0
126

INAPOS, BOGOR,- Alam, Budaya dan Saujana Kota Bogor yang menyimpan banyak keindahan serta sejarah juga budaya. Membuat para pemerhati sejarah dan budaya menginginkan agar Kota Bogor dapat menjadi pusaka.

Para pemerhati dan sejarawan Kota Bogor pun membentuk sebuah komunitas yang diberi nama Musyawarah Kota Bogor Pusaka (MKBP).

Dalam diskusi yang diselenggarakan secara daring (online) melalui aplikasi Whatsapp pada Rabu (20/01/2021) kemarin, MKBP memberi nama acara tersebut dengan MKBP 1.

Diskusi yang juga dihadiri antaranya oleh penggagas dilestarikannya tanaman Samida yaitu Raden Ace Sumanta dan sejarawan Rahmat Iskandar ini menghasilkan kesimpulan.

Berikut kesimpulan yang diterima meja redaksi pada Kamis (21/01/2021).

*MUSYAWARAH KOTA BOGOR _PUSAKA_ KE-1*.
[Rabu, 20/1/21; 10.00-16.00; via Whatsapp Forum]

#MKBP1
#BogorOurHeritageCity
#TahunKotaBogorPusaka2021
#KesimpulanMKBP1
“”””””””””””””””‘””””””
*KESIMPULAN*

*Kota Bogor, Pusaka Kita Bersama*.

*Kota Bogor*, sudah jelas.
*Pusaka* terdiri dari pusaka alam, budaya dan saujana.
*Kita*, berarti seluruh pihak, _people, public, private_.
*Bersama*, berarti semua sama, tak ada yang dikecualikan.

# Pilihan rasional bagi Kota Bogor untuk menjadi sebuah kota yang sejahtera, cerdas, ‘hijau’ secara berkelanjutan (‘sustainable’) hanyalah dengan menjadi Kota Pusaka yang ‘unggul’.
Hal tersebut sudah tertuang jelas dalam Perwal 17 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Kota Bogor sebagai Kota Pusaka.

# Program Kota Pusaka (yang dimotori Kementerian PUPR dan JKPI serta BPPI), juga pelestarian Cagar Budaya (yang dimotori Kemdikbud).
adalah seperti dua sayap untuk sebuah kota pusaka.

# Sejak puluhan tahun lalu, stakeholders Kota Bogor sungguh2 menyadari bahwa kotanya adalah sebuah daerah yang kaya akan potensi kesejarahan, sehingga perlu terus dikaji dan dikembangkan, secara ilmiah dan kultural.

# Kota Bogor telah belasan tahun ditetapkan sebagai Kota Pusaka, dan pada tahun ini menjadi tuan rumah kongres JKPI. Walikota sekaligus telah menjadi Ketua (2021-2022).

# Sejak awal 2021 ini, mutlak dilakukan pembenahan pengelolaan “PCS” (Kepusakaan-Kecagarbudayaan-Kesejarahan) Kota Bogor, dengan kriteria sesuai perundang-undangan terkait yaitu:

1. Harus *inklusif-kolaboratif-inovatif*.
2. Harus *adaptif-sinergis*.
3. Harus *logis-faktual-rasional*.
4. Memiliki *visi Kota Pusaka*.
5. Memiliki *akuntabilitas*.

# Membangun kapasitas stakeholders Kota Bogor dalam pengkajian, pelestarian dan pengembangan “PCS” juga mutlak dilakukan.

# Percepatan pendataan, pendaftaran dan legalisasi aset-aset “PCS” dengan melibatkan stakeholders Kota Bogor, perlu segera dipercepat.

# Reformasi penatalaksanaan “PCS” agar selaras dengan kepentingan pembangunan Kota Bogor yang berkelanjutan perlu dipercepat.

# Pengarusutamaan prakarsa dan inisiatif warga untuk mengkaji khazanah “PCS” wilayahnya, adalah konsep yang terbaik dalam perencanaan dan pembangunan Kota Pusaka.

# Pemuktahiran data, aset tinggalan, artefak “PCS” mutlak dilakukan segera.

# Pembabakan kronologis Sejarah Bogor perlu dikaji dan disepakati, terutama oleh stakeholders Kota Bogor.

# Bersama-sama warga dan stakeholders lain, Pemkot Bogor perlu segera mempercepat penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) model Historic Urban Landscape (HUL), sebagaimana sudah dilakukan di kota-kota pusaka lain seperti Semarang dan Sawahlunto.

# Pembentukan Tim Kota Pusaka sesuai amanat Perwal 17 Tahun 2015, mutlak segera dilakukan.

# Revisi sekaligus legalisasi naskah
Rencana Aksi Kota Pusaka (RAKP) perlu dilakukan segera, secara sinergis dan inklusif.

# Perda RTH tahun 2019, yang memperkuat Kota Pusaka melalui aturan tentang *Pohon Pusaka* (Pusaka Alam), perlu menjadi referensi bagaimana peraturan2 kota memperhatikan jatidiri Kota Bogor sebagai Kota Pusaka.

# Program Pusaka Bersama, perlu dijadikan agenda kolaborasi antara Kota dan Kabupaten Bogor.

Disimpulkan dari seluruh percakapan peserta Musyawarah Kota Bogor _Pusaka_ Ke-1.

Kota Bogor _Pusaka_, 21/1/2021.

Sumber : MKBP

Editor : Redaksi