Korlantas Polri Berikan Bantuan Kepada 814 Pengemudi Angkutan Umum di Majalengka

0
326

MAJALENGKA.- Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas Polri) berikan bantuan kepada 814 pengemudi angkutan umum di Kabupaten Majalengka.

Bantuan sebesar Rp. 600 ribu diberikan satu bulan sekali kepada para sopir dan kernet, ojek online serta ojek pangkalan, tukang becak hingga kusir kuda yang terdampak virus Corona atau COVID-19.

Kapolres Majalengka, AKBP Bismo Teguh Prakoso, melalui Kasat Lantas, AKP Endang Sujana mengungkapkan, bantuan tersebut diberikan karena pengemudi angkutan umum secara langsung terkena dampak Covid-19.

“Mereka termasuk masyarakat yang terdampak pandemi Corona hingga menyebabkan penghasilannya berkurang drastis,” ungkapnya, Rabu (15/4/20).

Kasat Lantas menjelaskan, bantuan uang tersebut, nantinya akan disalurkan melalui nomor rekening penerima masing-masing. Mereka akan mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan, selama tiga bulan ke depan terkait wabah virus Corona atau Covid-19.

“Nantinya, kita bersama pihak BRI akan menyerahkan buku tabungan dan ATM untuk penyaluran bantuan. Setiap bulan bantuan akan ditransfer lewat rekening, selanjutnya bisa diambil dan dibelanjakan,” jelasnya.

Program tersebut, adalah kombinasi antara bantuan sosial dengan peduli keselamatan tahun 2020 kepada pengemudi angkutan dan sebelum menerima bantuan tersebut, dikatakan dia, warga dari berbagai profesi itu akan mengikuti pelatihan dari pihak kepolisian.

Jadi, sambung dia, syarat untuk mendapatkan uang senilai Rp 600 ribu per bulan itu tidak begitu saja. Menurutnya, semua dari berbagai profesi itu yang terdaftar akan menjalani pelatihan. Untuk bulan pertama terkait dengan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Untuk bulan kedua, calon penerima program kemanusiaan tersebut, juga harus mengikuti pelatihan berupa cara mengendarai yang benar (Safety Reading) Kamtibcarlantas. Kemudian, bulan ketiga juga harus mengikuti pelatihan etika pelayanan kepada calon penumpang serta penumpang,” jelasnya.

Kasat Lantas menambahkan, untuk pendataan diambil berdasarkan laporan Organda, komunitas ojek, tukang becak hingga kusir kuda. Harapannya bisa meringankan beban para pengendara angkutan tersebut.

“Peserta akan menerima dana lewat rekening, nanti bisa ditarik tunai dan dibelanjakan,” tandasnya. (Kris)