Konser Suluh Nusantara Bangkitkan Kebhinekaan Masyarakat Cirebon

0
1144

KOTA CIREBON.- Konser Suluh Nusantara sangat positif dapat membangkitkan semangat Kebangsaan dan Kebhinekaan masyarakat Cirebon. Peristiwa budaya ini menunjukan peran strategis Kota Cirebon bagi perkembangan Indonesia bahkan dunia perdagangan dan seni.

 

Wakil Wali Kota Cirebon Dra. Hj. Eti Herawati mengatakan penampilan luar biasa ditunjukan para siswa SMA Santamaria dan para seniman yang tergabung dalam konser budaya ini.

“Kegiatan ini sangat positif dapat meningkatkan semangat kebangsaan dan mencintai Kota Cirebon dan Negara Indonesia secara benar. Konser Suluh Nusantara ini membuktikan betapa keberadaan Pelabuhan Cirebon dan Kota Cirebon menjadi sejarah penting dan memberikan arti luar biasa bagi perkembangan negeri ini,” kata Eti usai mengikuti konser suluh Nusantara di Pelabuhan Muara Jati Cirebon, Sabtu (14/12/19) malam.

Eti menambahkan Pelabuhan Muara Jati Cirebon sejak lama menjadi bagian penting perdagangan internasional sehingga banyak didatangi bangsa lain. Letak serta kultur masyarakat Cirebon yang memiliki sifat suka bersahabat membuat perdagangan ramai karena menjadi magnet bagi bangsa lain.

“Mas Dedi Kampleng (sutradara Suluh Nusantara red.) menyajikan sejarah dalam konser yang sangat apik sehingga menumbuhkan semangat kebersamaan dan kebangsaan. Saya tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Mas Dedi Kampleng, Suster Albertine, Kang Jafarudin, siswa Santamaria, para seniman dan masyarakat Kota Cirebon sehingga dapat menggelar konser Suluh Nusantara ini,” kata Eti.

Hadir pada konser tersebut Wali Kota Cirebo, Drs. H. Nashrudin Azis, SH, Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, PJ Sekda Kota Cirebon, Drs. H. Anwar Sanusi, MPd, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Muhammad Lutfi, dan tamu lainnya. Kegiatan berjalan apik dengan menampilkan penggalan sejarah Kota Cirebon dan berdirinya Pelabuhan Muara Jati.

Sutradara Suluh Nusantara, Dedi Kampleng mengatakan Suluh Nusantara merupakan peristiwa budaya yang menggali sejarah perkembangan Cirebon. Dengan melibatkan siswa Santamaria 1300 orang dan seniman 565 orang konser digelar secara apik dan baik.

“Suluh berarti penerang kecil yang menyampaikan pesan perdamaian dan kedamaian. Melalui konser ini kita sampaikan jika Cirebon dalam keadaan aman, damai dan tetap memiliki serta mencintai keberagaman,” ujar Dedi.

Dedi menyampaikan konser sendiri berisi penggalan sejarah Pelabuhan Muara Jati dan perkembangan Cirebon pada tahun 1865. Pelabuhan Cirebon sudah menjadi tujuan perdagangan masyarakat dunia seperti Arab, Cina dan Eropa sejak lama. (Kris)