Kongkalikong, Diduga Pengawas dan Kontraktor Ancam Rugikan Uang Negara

0
347

 

Inapos Bekasi – Terindikasi adanya kongkalikong antara pengawas dengan kontraktor pelaksana, pengambilan sample coredrill paket 33 dan 34 Jalan Batas Kota Bekasi – Pangkalan Babelan, sejumlah titik pengambilan sample coredrill sudah ditentukan agar hasilnya sesuai apa yang ditentukan.

Pengambilan sample coredrill yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Bekasi, yang mendapatkan hasil ketebalan mencapai 25cm, 27cm bahkan 28cm cukup menjadi pertanyaan besar.

Pasalnya, pekerjaan yang dikerjakan tepatnya pada tanggal 15 November 2019 pukul 00.30 yang tidak diketahui CV atau PT apa yang mengerjakan. Banyak ditemukan pengurangan mutu serta kwalitas pekerjaan. Namun hal itu lagi-lagi terjadi pembiayaran yang disengaja dilakukan oleh Pengawas, serta konsultan pelaksana.

Pengurangan mutu jelas-jelas dilakukan dari mulai adanya galian selebar 1 meter yang meliputi pemadatan dan disertai batukapur, pada setiap sisi bagian kiri dan kanan halvitu tidak dilakukan, bahkan pemadatan terhadap Lapisan Pondasi Agregat Kelas A setebal 10cm, hingga tidak terpasangnya pembesian yang sudah ditentukan halbitubpula tidak dilakukan.

Ketika dihubungi salah satu pengawas DPUPR Kabupaten Bekasi bernama Wahyudi, kepada wartawan inapos.com mengatakan kalau hasil ketebalan pada Paket 33 dan 34 sudah sesuai.

“Hasilnya bagus kok sudah sesuai, ketebalannya 25, 26, 27 bahkan ada yang 28cm,”ujar Wahyudi pengawas paket 33 dan 34 Jalan Batas Kota Bekasi -Pangkalan Babelan kepada inapos.com ketika dihubungi melalui telfoun selulernya 13 Desember 2019.

Namun ketika ditanya apakah saat dimulainya pekerjaan pada paket 34 banyak terjadi pengurangan mutu serta kwalitas pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana, Wahyudi langsung menutup telfounnya dan ketika dihubungi kembali Wahyudi tidak menjawab.

Diduga sudah adanya kerjasama antara kontraktor pelaksana bersama pengawas, terlihat Pengawas DPUPR Kabupaten Bekasi Wahyudi sedang duduk bersama pelaksana kegiatan paket 33 dan 34, saat setelah pengambilan sample coredrill di sebuah danau Perumahan Vila Gading Baru Kelurahan Kebalen Kecamatan Babelan.

Hal lain dikatakan Konsultan Pelaksana yang saat itu melakukan pengawasan pada kegiatan Paket 34, Nano melihat bahwa adanya pengurangan terhadap kwalitas serta mutu ketebalan pada beton yang tidak mencapai 25cm.

“Saya sudah tegur kontraktor pelaksananya, ketebalan beton memang tidak mencapai 25cm, bahkan ada yang 20cm,”ucap Nano kepada inapos.com Juma 13 Desember 2019.

Nano yang membenarkan bahwa pekerjaan paket 34 tidak sesuai spek, dirinya sudah menegurnya, bahkan teguran tersebut dilakukannya secara tertulis, namun terkait adanya pembesian yang tidak terpasang pada pekerjaan tersebut, Nano mengaku tidak melihatnya karna sudah tidak berada dilokasi.

“Kalo ada pembesian yang tidak terpasang, saya tidak lihat bang, karna saya saat itu sudah tidak ada dilokasi,”kelit Nano kepada inapos.com melalui telfoun selulernya.

Yang jelas saya sudah melakukan teguran baik secara lisan maupun tertulis, bahkan sudah saya laporkan ke kepimpinan saya tinggal tergantung pihak dinasnya bang. (Nof)