Konflik Papua Tak Kunjung Reda, Panglima GPJ Akan Serukan Jihad

0
277

Jakarta.- Perayaan hari ulang tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-74 saat ini sedang menghadapi cobaan, tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia semakin rumit dan berbagai bencana serta peristiwa bertubi-tubi terjadi.

Gempa bumi dan letusan gunung berapi, kekeringan, kebakaran hutan serta lahan, kerusuhan di Papua dan Papua Barat, demonstrasi yang berujung kerusuhan serta Pilkada serentak dan Pemilu 2019.

Seperti halnya kerusuhan yang terjadi di Waena, Jayapura dan Wamena, Papua, sejak Senin 23 September 2019 hingga kini situasi masih belum kondusif.

“Indonesia hari ini sedang tidak baik-baik saja, konflik Papua khusus di Wamena yang berakhir syahidnya prajurit terbaik TNI dan masyarakat sipil, oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM),” ucap Panglima Besar Gerakan Pemuda Jakarta (GPJ), Ade Selon dalam siarannya, Sabtu (5/10/2019).

Terkait dengan konflik Papua, tambah Ade, khususnya di Wamena dan sekitarnya, maka kami Gerakan Pemuda Jakarta dan Brigade Muda Jakarta (BMJ), dengan tegas kami meminta pemerintah harus segera hadir dan menyelesaikan masalah di Papua hari ini agar tidak menjadi konflik horizontal dan berkepanjangan.

“Kami juga mendukung penuh dan mendesak Komnas HAM, untuk turun tangan melakukan investigasi secara komperhensif terkait pelanggaran HAM disana,” tegas Ade Selon.

Dirinya juga berharap sikap tegas TNI untuk segera mengambil alih situasi yang terjadi di Papua, demi menjaga kedaulatan negara. “Jangan sampai anak bangsa, baik dari TNI maupun masyarakat sipil menjadi korban lagi. Tak usah berikan mereka nama sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), mereka sepantasnya dianggap sebagai teroris sebab mengancam akan memerdekakan diri,” pungkas ia.

Demi menjaga harga diri bangsa, Ade menegaskan, GPJ bersama BMJ akan menyerukan jihad untuk Papua. “Sebagai warga negara yang cinta akan Indonesia, kami tak rela apabila ada pihak-pihak yang ingin memisahkan diri dari Indonesia. Apalagi ada masyarakat dari berbagai daerah yang berada di Papua merasa tak nyaman akan kehidupannya, penuh teror, ancaman bahkan sampai trauma atas persitiwa tersebut,” tutupnya. (Elwan)


Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here