Komunitas Peduli Maluku Desak Aparat Tangkap Koordinator Pembakaran Baliho HRS

0
235

Jakarta.- Komunitas Jong Nona Ambon Peduli Maluku Se-Jabodebatek mengecam keras tindakan oknum yang mengatasnamakan suatu Ras Timur dan Maluku dalam aksi intoleransi di depan Balaikota DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ketua Umum Komunitas Jong Nona Ambon Peduli Maluku Se-Jabodebatek, R.A Tuhuloula menyampaikan Indonesia dengan keberagaman adat budaya dan Agama telah melahirkan Kebhinekaan sebagai suatu keniscayaan yang mutlak dan tidak ada lagi pada persoalan terkait dengan hal itu, olehnya itu masyarakat beragama dari Sabang hingga Merauke sangat menjujung tinggi nilai-nilai Pancasila dan Kebhinekaan begitu juga orang Timur khususnya Maluku.

Tentu tindakan oknum yang mengatasnamakan Indonesia Timur khususnya Maluku dalam melakukan aksi intoleransi mencederai kehidupan beragama orang Basodara,” kata Tuhuloula dalam pesan elektroniknya, Selasa (24/11/2020).

Menurutnya, orang tua kami di Maluku sana, selalu diajarkan untuk bagaimana bertoleransi antar sesama.

“Saya melihat bahwa aksi yang dilakukan oleh beberapa saudara-saudara dari Indonesia Timur cukup melampaui batas. Aksi dengan ada pembakaran foto ulama yaitu Habib Rizieq Shihab adalah upaya provokatif dan tidak pantas untuk dilakukan, apalagi sampai membawa Ras Timur Maluku,” tegas Ketua Umum Komunitas Jong Nona Ambon Peduli Maluku Se-Jabodebatek, R.A Tuhuloula.

Olehnya itu, kami dari Komunitas Jong Nona Ambon Peduli Maluku Se-Jabodebatek sangat meyayangkan aksi yang dilakukan oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan Indonesia Timur, Maluku khususnya.

“Sebab hal ini adalah bentuk provokasi dan bisa berdampak luas pada kehidupan beragama di Maluku sana,” pungkasnya.

Maka untuk itu, kami mendesak pihak Kepolisian untuk mengusut serta menangkap aktor intelektual koordinator dari aksi itu, sebelum terjadi hal-hal buruk di kemudian hari. (El)